nike-jordanshoes.com

Informasi terupdate untuk berita permainan game online terpercaya

Para

Developer Beri Hukuman Langsung untuk Para Pengguna Aim Assist Call of Duty 3rd Party Slot

Call of Duty selalu punya cara baru untuk menghadapi para cheater. Mengingat para cheater semakin marak ditemukan ketika memainkan multiplayer, khususnya para untuk para pengguna aim-assist 3rd party.

Saking maraknya, beberapa pemain Modern Warfare 3 mikir keluhan soal cheater atau aim assist ini udah jadi hal yang biasa dan tak lagi mengejutkan. Akan tetapi, developer akan selalu berupaya untuk memberikan jera pada si cheater-cheater. Kali ini, hukuman jenis apa yang mereka miliki?

Pengguna Aim Assist Call of Duty 3rd Party Bakal Langsung Dapat Hukuman

pengguna aim assist call of duty akan dihukum

Melalui Twitter resmi, Call of Duty beri pengumuman adanya metode baru dalam melawan para pengguna aim assist dengan cara langsung menutup aplikasi game secara keseluruhan. Jika dilihat dari hashtag yang digunakan, tampaknya metode ini berlaku untuk seri Modern Warfare 3, Modern Warfare 2, dan Warzone.

Apabila si cheater masih terus-menerus mengulangi kesalahannya yang sama, maka developer tak akan segan untuk mengambil tindakan lanjut terhadap akunnya. Sayang, tak dijelaskan hukuman seperti apa yang akan diterima oleh akun pengguna aim-assist 3rd party, tapi penggemar asumsi bahwa kemungkinan mereka yang berlaku curang akan dibanned.

Call of Duty Selalu Punya Cara untuk Hukum Cheater

pengguna aim assist call of duty akan dihukum
Developer terus berupaya mengurangi angka cheater

Developer tampaknya selalu memiliki cara untuk menghalangi para cheater berbuat curang, dan sistem deteksi terbaru ini diharapkan mampu beri kenyamanan bermain kepada para player yang kerap menemukan manusia curang selama di sepanjang match.

Tindakan curang atau ngecheat di game memang sesuatu yang susah banget untuk dihadapi, tapi sekurang-kurangnya pada developer game ini berupaya melahirkan berbagai metode untuk mengurangi angka kecurangan. Sebab untuk memangkas habis seluruh cheater dalam satu game, pastilah sebuah kerjaan yang ekstra yang belum tentu hasilnya sesuai harapan.

Bagaimana kalau menurut kalian, brott? Kira-kira hukuman seperti apa lagi yang cocok diberikan untuk para cheater? Bagikan pendapat kalian di kolom komentar, ya!


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Call of Duty atau artikel lainnya dari Sofie Diana. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com

Inovasi Baterai Modern Tengah Dikembangkan oleh Para Peneliti Slot

Tidak dapat dipungkiri saat ini banyak sekali perangkat elektronik yang membutuhkan tenaga ekstra untuk dapat berjalan optimal. Melihat potensi tersebut, kini para peneliti tengah mengembangkan inovasi baterai modern guna menyeimbangkan suplai daya yang bisa dihasilkan supaya tidak mengurangi performa.

Inovasi Baterai Modern untuk Perangkat Elektronik

Inovasi Baterai Lithium Metal Anode
Baterai Lithium Metal Anode untuk memperpanjang masa pakai

Salah satu keluhan terbesar yang sering kita hadapi dalam era digital ini adalah durasi baterai yang terbatas pada perangkat kita. Baik itu laptop, ponsel, atau pengendali konsol game, kita sering harus mengejar waktu untuk mengisi ulang sebelum baterai habis.

Demi mengatasi masalahan tersebut, para peneliti berusaha untuk kembangkan sebuah baterai baru yang dibuat dari bahan Lithium Metal Anode yang dirasa dapat mengubah cara mengisi daya perangkat elektronik.

Xin Li Baterai Lithium Metal Anode
Profesor Xin Li dalam pengembangan baterai

Xin Li, selaku salah satu peneliti dari Harvard School of Engineering and Applied Sciences (SEAS) menegaskan bahwa inovasi baterai modern ini pastinya akan dibutuhkan pada semua perangkat elektronik zaman now, karena baterai Lithium Metal Anode memiliki kapasitas berkali-kali lipat dan hanya membutuhkan waktu sebentar untuk mengisinya.

Tidak hanya itu, para peneliti kini tengah mengawasi dengan ketat terhadap bahan tersebut karena berdasarkan WindowsCentral, bahan tersebut memiliki kemungkinan kecil untuk meledak.

Masih Butuh Waktu untuk Menyempurnakannya

Inovasi Baterai Modern Stik Xbox
Hanya membutuhkan waktu pengecasan 2 menit untuk digunakan setahunan

Namun, meski penemuan ini terdengar sangat menjanjikan, masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi sebelum baterai ini siap untuk diproduksi massal. Salah satunya adalah penentuan bagaimana cara terbaik untuk membuat baterai ini dalam skala besar.

Selain itu, pastinya akan terjadi perubahan dalam manufaktur dan infrastruktur pengisian daya untuk mengakomodasi teknologi baru ini. Meskipun ada rintangan-rintangan tersebut, inovasi baterai modern ini tentunya memberikan harapan baru bagi dunia teknologi.

Jika berhasil, inovasi ini dapat mengubah cara kita menggunakan dan mengisi daya perangkat kita. Bayangkan saja, dalam waktu singkat, kamu mungkin bisa mengisi daya laptop atau pengendali Xboxmu dalam waktu hanya dua menit dan tidak perlu khawatir tentang kehabisan baterai untuk waktu yang sangat lama.

Tentu saja, ini adalah prospek yang sangat menarik dan kita semua menantikan untuk melihat bagaimana teknologi ini berkembang di masa mendatang. Gimana kalau menurutmu, brott?


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

SAG-AFTRA Tiba-tiba Umumkan Kerja Sama dengan Perusahaan Suara AI, Tuai Amarah dari Para Voice Actor Slot

Salah satu hal signifkan yang terjadi dalam industri video game Amerika di tahun 2023 lalu adalah aksi mogok besar-besaran dari para pekerja hiburan seperti aktris/aktor, penulis, hingga voice actor atau pengisi suara. Aksi mogok tersebut berdiri di bawah payung serikat SAG-AFTRA dengan tujuan untuk perjuangkan kesejahteraan yang layak bagi para pekerjanya.

Walau aksi mogoknya sendiri sudah berakhir di bulan November tahun lalu dengan hasil kesepakatan yang cukup memuaskan (red), belakangan serikat yang berdiri di tahun 2012 tersebut umumkan kerjasamanya dengan Replica Studios selaku perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan suara AI.

Sontak hal ini tentu saja memicu kemarahan para pekerja voice actor, karena salah satu hak yang diperjuangkan pada aksi mogok beberapa bulan lalu tersebut adalah meminimalisir penggunaan AI dan mengedepankan usaha manusia.

Pada dasarnya kerja sama ini memperbolehkan berbagai pengembang video game untuk bekerja sama dengan Replica Studios, terutama untuk memanfaatkan teknologi AI dalam mereplika suara para talent yang berafiliasi dengan SAG-AFTRA, namun tetap di bawah kesepakatan yang adil dan etis.

Dalam pengumumannya tersebut tercantum juga tulisan yang menyebutkan bahwa kerja sama ini disetujui oleh para komunitas pekerja yang terdampak. Namun di Twitter sendiri banyak pekerja pengisi suara yang mengaku sama sekali tidak dilibatkan, bahkan percaya bahwa kerja sama ini pasti tidak akan disetujui oleh pengisi suara manapun.

Suatu yang redundan tentunya ketika suatu serikat yang seharusnya berpihak pada hak-hak pekerjanya justru mengambil langkah yang sejatinya bertentangan. Sampai saat artikel ini ditulis pihak SAG-AFTRA sendiri belum berikan tanggapan terhadap respon negatif dari para pekerja pengisi suara.

Hal ini mungkin secara tidak langsung mengingatkan kita pada Roger Clark yang perankan Arthur Morgan di Red Dead Redemtpion 2, yang mana ia mengutarakan ketidaksukaannya ketika mendapati suaranya dipakai untuk bernyanyi menggunakan teknologi AI.

Aktor Arthur Morgan
Arthur Morgan disuarai oleh Roger Clark

Nah, kira-kira bagaimana tanggapanum tentang hal brott? Yuk, langsung share pendapatmu di kolom komentar ya.


Baca juga informasi menarik lain atau artikel keren lainnya dari Andy Julianto. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

10 Game Terburuk 2023 Menurut Para Gamer di Internet Slot

Worst Game 2023 – Sepanjang tahun 2023 ini, industri video game telah melalui banyak hal terjadi. Ada banyak sekali momen dan juga perilisan video game baru dengan berbagai macam keunikannya masing-masing dimainkan oleh para gamer diseluruh dunia.

Sebut saja game-game terbaik tahun ini seperti Baldur’s Gate 3, Alan Wake 2, Final Fantasy XVI, Hogwarts Legacy, dan masih banyak lagi. Game-game terbaik tersebut berhasil mencuri perhatian para gamer dengan keunikannya dari segi cerita, gameplay, dan lainnya bisa mereka temukan di dalamnya.

Namun tidak sedikit pula ada beberapa list game yang mendapatkan julukan sebagai worst game atau game terburuk di tahun 2023. Beberapa game tersebut mendapatkan berbagai macam kritikan dari gamer yang mewakiliki kekurangan berdasarkan pengalaman bermain yang mereka dapatkan.

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai 10 game terburuk 2023 yang banyak mendapatkan kritikan kurang menyenagkan dari gamer di internet. Sesuai judulnya, artikel ini berdasarkan berbagai macam tanggapan maupun kritikan gamer terhadap game-game yang mereka rasa menjadi game terburuk di tahun 2023.

Game Terburuk 2023 Menurut Gamer di Internet

Game Terburuk 2023
Game Terburuk 2023

Berikut ini 10 game terburuk tahun 2023 menurut gamer:

10. Hellboy: Web of Wyrd

Hellboy Web Of Wyrd
Hellboy: Web of Wyrd
  • Developer: Upstream Arcade
  • Publisher: Good Shepherd Entertainment
  • Release Date: 18 Oktober 2023
  • Platform: PS4, PS5, Xbox One, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC

Game terburuk 2023 yang pertama mendapatkan kritikan kurang menyenangkan dari gamer di internet adalah Hellboy: Web of Wyrd. Game buatan developer Upstream Arcade berdasarkan franchise Hellboy ini hadir dengan genre beat’em up rogue like.

Sekilas game ini tampak menjanjikan dari beberapa video trailer yang dirilis oleh developer, mulai dari konsep, grafis, karakter, maupun voice actor yang ada. Namun game tersebut mendapatkan berbagai macam kritikan dari banyak pihak terhadap gameplay-nya, seperti combat system dan elemen roguelike yang terlalu basic.

Hal ini membuat pengalaman bermain oleh para gamer dirasa terlalu repetitif dan biasa saja dari yang mereka harapkan.

9. Loop8: Summer of Gods

Loop8 Summer Of Gods
Loop8: Summer of Gods
  • Developer: Sieg Games
  • Publisher: XSeed Games dan Marvelous Entertainment
  • Release Date: 1 Juni 2023
  • Platform: PS4, Xbox One, Nintendo Switch, dan PC

Dalam tahun ini, ada banyak game bertemakan anime telah rilis dan salah satunya adalah Loop8: Summer of Gods. Game JRPG buatan Sieg Games menceritakan sebuah kota fiksi Ashihara di Jepang memiliki misteri dimana umat manusia berusaha bertahan hidup dengan bertarung menghadapi Demons bernama Kegai.

Loop8: Summer of Gods berfokus pada pemuda memiliki kemampuan khusus dimana dia bisa melihat apa yang sedang dipikirkan dan perasaan orang lain. Dengan elemen JRPG, Player akan bertarung demi menyelematkan manusia dan berteman dengan karakter lain dalam hubungan yang lebih dekat.

Namun tidak sedikit dari gamer merasa game ini terasa bland meski disebut-sebut memiliki elemen seperti Persona Series. Tidak ada kesan yang mendalam bagi mereka, belum lagi dengan permainan yang terlalu repetitif membuat game ini kurang disukai oleh gamer di tahun 2023.

8. Crime Boss: Rockay City

Crime Boss Rockay City
Crime Boss: Rockay City
  • Developer: Ingame Studios
  • Publisher: 505 Games
  • Release Date: 28 Maret 2023
  • Platform: PS5, Xbox Series, dan PC

Selanjutnya ada game FPS buatan Ingame Studios berjudul Crime Boss: Rockay City. Game ini bisa dibilang memanjakan para gamer dengan banyak aktor dan aktris film ternama hadir sebagai karakter, mulai dari Michael Madsen, Chuck Norris, Danny Trejo, Danny Glover, Michael Rooker, Kim Basinger, Vanilla Ice, dan Damion Poitier.

Crime Boss: Rockay City akan mengingatkan dengan game Payday dimana Player akan menjalankan berbagai macam misi dalam upaya merampok bank ataupun toko lainnya dan mencuri uang di sana. Meski game ini juga turut mendukung aksi stealth untuk merampok, namun gamer justru mendapatkan kesulitan karena beberapa fitur dalam game tidak terlalu mendukung.

Selain itu, banyak gamer yang kecewa dimana para aktor dan aktris yang hadir di sini tidak memerankan karakter ataupun memiliki kemiripan dari karakter film populer mereka. Belum lagi dengan ditemukannya bug ketika bermain, membuat Crime Boss: Rockay City dianggap sebagai game terburuk tahun ini.

7. Greyhill Incident

Greyhill Incident
Greyhill Incident
  • Developer: Refugium Games
  • Publisher: Perp Games
  • Release Date: 9 Juni 2023
  • Platform: PS4, PS5, Xbox Series, dan PC

Game terburuk 2023 lainnya menurut gamer di internet adalah Greyhill Incident. Game survival horror ini berfokus pada karakter bernama Ryan Baker yang mencoba mengungkap konspirasi dimana anaknya ditangkap oleh Alien.

Game ini mendapatkan berbagai macam kritikan dari gamer di internet, mulai dari game yang terlalu banyak momen walking simulator, plot cerita yang tidak masuk akal, gameplay membosankan, suara karakter kurang bagus, dan ditemukan banyak bug.

Meski sebelumnya mendapatkan antusias tinggi dari gamer sebagai survival horror sebelum rilis, namun tampaknya apa yang mereka dapatkan tidak sesuai ekspektasi mereka. Tidak heran jika banyak dari gamer menyebut game ini sebagai salah satu game terburuk tahun 2023.

6. Avatar the Last Airbender: Quest for Balance

Avatar The Last Airbender Quest For Balance
Avatar the Last Airbender: Quest for Balance
  • Developer: Bamtang Games
  • Publisher: GameMill Entertainment
  • Release Date: 22 September 2023
  • Platform: PS4, PS5, Xbox One, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC

Franchise serial animasi Avatar the Last Airbender sangat populer di dunia bahkan di Indonesia. Tidak heran jika banyak penggemarnya mengharapkan sebuah adaptasi video game yang seru. Namun harapan tersebut masih belum terwujud bahkan di game terbarunya berjudul Avatar the Last Airbender: Quest for Balance.

Game buatan developer Bamtang Games dan dirilis oleh Publisher GameMill Entertainment mendapatkan berbagai macam kritikan dari gamer yang kurang senang dengan hasil akhir dari game Avatar the Last Airbender: Quest for Balance.

Banyak hal yang memiliki potensi adaptasi tersebut dibuat kurang bagus, seperti beberapa cerita epik di seri animasinya dibuat hanya dalam tulisan teks, cerita yang tidak berurutan, gameplay membosankan, dan juga repetitif. Dan banyak penggemar Avatar the Last Airbender merasa kurang senang dengan adaptasi video game yang satu ini.

5. Redfall

Redfall
Redfall
  • Developer: Arkane Austin
  • Publisher: Bethesda Softworks
  • Release Date: 2 Mei 2023
  • Platform: Xbox Series, PC

Developer Arkane dikenal sebagai pembuat game populer seperti seri Dishonored dan Deathloop. Meskipun telah merilis game-game populer, namun Arkane tidak lepas dari kekecewaan gamer terhadap game buatan mereka berjudul Redfall.

Game yang disebut-sebut mirip Left 4 Dead ini mendapatkan berbagai macam kritikan dari gamer, terlebih permasalah dari segi kualitas dan juga pengalaman dalam bermain. Gamer sering menemukan masalah bug, kualitas grafis, dan dirasa terlalu basic untuk genre seperti ini.

Meski sempat dijanjikan game tersebut akan ditingkatkan lagi melalui update terbarunya, namun banyak gamer terlanjur kecewa. Bahkan info terakhir yang didapatkan, jjumlah Player yang aktif memainkan game Redfall hanya tersisa beberapa orang saja.

4. Skull Island: Rise of Kong

Skull Island Rise Of Kong
Skull Island: Rise of Kong
  • Developer: IguanaBee
  • Publisher: GameMill Entertainment
  • Release Date: 17 Oktober 2023
  • Platform: PS4, PS5, Xbox One, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC

Aaaah Skull Island: Rise of Kong, game yang sempat viral dan ramai diperbincangkan oleh gamer di internet. Game buatan developer IguanaBee dan dirilis oleh GameMill Entertainment ini ramai dikritik negatif oleh gamer karena gamenya yang buruk.

Skull Island: Rise of Kong hadirkan gameplay action adventure yang terlalu biasa, baik itu dari segi bertarung maupun petualangannya. Belum lagi kualitas grafis beserta environtment-nya yang sudah bukan standar game di era sekarang.

Tidak sedikit dari gamer menjelek-jelekkan game ini memiliki kualitas seperti era game PS2. Bahkan mereka membanding-bandingkan game Peter Jackson’s King Kong di PS2 tahun 2005 lebih bagus dari game Skull Island: Rise of Kong.

3. The Walking Dead Destinies

The Walking Dead Destinies
The Walking Dead Destinies
  • Developer: Flux Games
  • Publisher: GameMill Entertainment
  • Release Date: 17 November 2023
  • Platform: PS4, PS5, Xbox One, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC

Game terburuk 2023 selanjutnya ada game berdasarkan adaptasi series TV The Walking Dead berjudul The Walking Dead Destinies. Game buatan Flox Games dan dirilis oleh GameMill Entertainment juga mendapatkan kriitikan kurang menyenangkan dari gamer. Hmm, kalian melihat ada nama Publisher yang sama dengan daftar game sebelumnya? Kalian tidak salah.

The Walking Dead Destinies menjanjikan fitur dimana Player bisa mengambil keputusan yang berbeda dengan seri TV-nya menciptakan sebuah takdir baru dari para karakter yang ada di The Walking Dead. Namun pengalaman tersebut langsung menghilang setelah gamer memainkannya.

Game ini menjadi salah satu game terburuk 2023 lainnya menurut gamer. Itu karena banyak sistem gameplay yang berantakan, bug bertebaran, dan cutscene cerita yang ditampilkan dalam bentuk gambar statik saja. Dengan kritikan tersebut banyak gamer sangat tidak senang dengan daptasi ini, terlebih dari penggemar franchise The Walking Dead.

2. The Lord of the Rings: Gollum

The Lord of the Rings: Gollum
The Lord of the Rings: Gollum
  • Developer: Daedalic Entertainment
  • Publisher: Daedalic Entertainment, Nacon
  • Release Date: 25 Mei 2023,
  • Platform: PS4, PS5, Xbox One, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC

Siapa yang tidak kenal dengan The Lord of the Rings: Gollum? Game yang rilis pada 25 Mei 2023 yang lalu mendapatkan berbagai macam kritikan kurang menyenangkan dari gamer di internet.

Game yang berfokus pada karakter Gollum ini menghadirkan pengalaman yang buruk bagi gamer, terlebih dari segi konten gameplay. Konten yang kurang disukai oleh gamer mulai dari pergerakan kamera, model karakter, rendering grafis, misi yang dikerjakan, keterbatasan yang bisa dilakukan Gollum, dan masih banyak lagi.

Hal ini membuat game Gollum menjadi salah satu game terburuk tahun 2023 menurut para gamer.

1. The Day Before

The Day Before
The Day Before
  • Developer: Fntastic
  • Publisher: Mytona
  • Release Date: 7 Desember 2023 (Early Access)
  • Platform: PC

Kita semua pasti setuju kalau ditipu atau dibohongi adalah hal yang paling mengesalkan dalam hidup. Apalagi jika ditipu dengan berbagai macam janji-janji manis kepada banyak orang, namun hasil akhirnya tidak sesuai apa yang dijanjikan. Jadi jangan heran kalau orang lain merasa kesal dengan pihak yang membuat janji dan membohongi banyak orang.

Penjelasan tadi bisa mewakili perasaan para gamer terhadap game The Day Before buatan developer Fntastic. Game tersebut viral karena The Day before tidak menghadirkan pengalaman bermain yang telah dijanjikan oleh developer Fntastic, mulai dari gameplay sampai pengalaman terbaik saat bermain.

Banyak gamer di seluruh dunia pun memiliki pendapat yang sama kalau game The Day Before menjadi game terburuk 2023.

Bonus: Game Terburuk 2023 Lainnya Menurut Gamer

Call of Duty Modern Warfare 3
Game Terburuk 2023 Lainnya Menurut Gamer

Selain 10 game di atas, masih ada banyak lagi deretan judul video game yang dianggap sebagai game terburuk menurut gamer di internet. Berikut ini game terburuk 2023 lainnya:

  1. Overwatch 2
  2. Call of Duty Modern Warfare 3 (2023)
  3. Forspoken
  4. Gargoyles Remastered
  5. Gangs of Sherwood
  6. Testament: The Order of High-Human
  7. Quantum Error
  8. Flashback 2
  9. Unholy
  10. Clive ‘N’ Wrench
  11. Colossal Cave
  12. Dan masih banyak lagi.

Itulah informasi mengenai Game Terburuk 2023 menurut gamer di internet. Bagaimana menurut kalian dengan game-game yang masuk dalam daftar ini?


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Game Terburuk atau artikel lainnya dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Genshin Impact Menang PlayStation Partner Award 2023, Bagikan Bansos Buat Para Traveler! Slot

Genshin Impact merupakan game RPG open-world yang telah lahirkan banyak pemain sejak hari pertama perilisannya sejak 2020 lalu. Dengan usianya yang telah mencapai 3 tahun, Genshin masih menjadi game gacha yang digemari oleh para gamers.

Dengan kekayaan konten yang selalu mendapatkan update serta kekuatan komunitas, mulus Genshin Impact menang PlayStation Partner Award 2023 dalam nominasi The Grand Award! Dan sebagai ungkapan syukur, developer punya bansos untuk dibagikan kepada seluruh Traveler!

Banyak Bansos Dibagikan Sebab Genshin Impact Menang PlayStation Partner Award 2023

genshin impact menang playstation partner award 2023
Genshin Impact menang Award lagi!

PlayStation Partner Award adalah perayaan tahunan untuk para developer hebat dan perayaan atas berbagai macam judul game ter-hits di komunitas PlayStation Jepang dan Asia. Diadakan pertama kali pada tahun 1994, artinya, perayaan ini sudah dilaksanakan sebanyak 29 kali.

Tahun ini, Grand Award nominasikan tiga judul game dengan penjualan terbesar mulai Oktober 2022 sampai September 2023. Tahun ini pula, Genshin memenangkan penghargaan serupa setelah sebelumnya juga pernah berhasil menangkan The Grand Award juga di tahun 2022.

Genshin Impact Menang Award, Segepok Bansos untuk Para Traveler!

genshin impact menang playstation partner award 2023

Untuk rayakan kemenangan ini, developer HoYoverse dengan murah hati membagikan hadiah sebagai rasa syukur dan terimakasih sebagai bentuk apresiasi dukungan para Traveler sehingga sukses untuk ketiga kalinya Genshin Impact menang Award serupa.

Dalam cuitan resmi Twitternya, Genshin resmi bagikan 800 Primogems sebagai bentuk apreasiasi dan terimakasih. Bansos ini hanya bisa kalian klaim mulai 2 Desember sampai 5 Desember saja.

Bansos primogem Genshin ini tentunya tidak hadir langsung segepok begitu saja. HoYoverse tetap membudayakan kamu untuk tetap login ke game selama 4 hari berturut – turut agar bisa mendapatkan seluruh 800 primogem tersebut.

Jadi, jangan malas login dan jangan lupa klaim primogem gratisnya ya, brott!


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Genshin Impact atau artikel lainnya dari Sofie Diana. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Bot Fortnite Merajalela, Para Pemain Komplain! Slot

Bot Fortnite – Fortnite season OG membawa kembali para pemain untuk menikmati game dan membuat game menyentuh pemain terbanyak dalam sejarah game tersebut yaitu sekitar 44 juta pemain dalam satu hari.

Banyak content creator kembali memainkan game ini terutama yang memiliki nama besar di dunia seperti Tfue, Dr Disrespect, Ninja, TimTheTatman, dan lainnya. Meskipun begitu, salah seorang Content Creator memulai keluhan tentang bot dalam game. Ada apa?

Content Creator Keluhkan Bot Fortnite Merajalela di Game

Game Dipenuhi Bot
Game Dipenuhi Bot

Content Creator tersebut adalah CouRageJD yang membuat cuitan di akun Twitter miliknya. “Hasil percakapan setelah bebicara dengan para pemain lama yang kembali selama belakangan ini adalah banyak dari mereka membenci bot lobby yang mereka temui”, ungkapnya.

“Dengan 5,5 juta Concurrent player, ini tidak masuk akal mengapa banyak AI dalam Lobby. Apakah kalian setuju?”, lanjutnya sembari melemparkan pertanyaan. Dan tentunya, banyak netizen yang setuju dengan pernyataannya.

Bahkan Content Creator lain yang setuju mengatakan bahwa mereka bahkan tidak terkena tembakakan peluru sama sekali ketika bermain setelah beberapa jam. Meskipun begitu, beberapa netizen lainnya tidak begitu mempermasalahkan adanya Bot ini.

Adanya Bot Fortnite Bukanlah Ide yang Buruk

Bot Game Masih Ada Alasan Untuk Tetap Ada
Bot Game Masih Ada Alasan Untuk Tetap Ada

Beberapa Netizen justru tetap senang dengan adanya Bot Fortnite yang ramai dalam game ini. “Aku lebih memilih Lobby AI sehingga aku dapat terus bermain dengan teman-temanku daripada lobby dengan 100 orang yang tak berhenti bermain”, ungkap Netizen tersebut.

“Ini adalah Skill Issue, namun ini membuat mereka kembali(bermain). Aku mengerti ini berbeda ketika hal ini(bermain fortnite) merupakan pekerjaanmu vs pemain casual”, tutup sang Netizen.

Memang, tidak seperti game Multiplayer lainnya seperti Apex Legends, Call of Duty, dan sebagainya, Fortnite tidak memiliki sistem Skill-Based Matchmaking(SBMM). Wajar saja ini membuat banyak bot di Lobby.

Hingga saat ini, Epic Games sendiri masih belum membahas ataupun memberi pernyataan terkait Bot Fortnite yang kini ramai diperbincangkan oleh pemain, namun sepertinya permasalahan ini akan segera diselesaikan oleh game tersebut.


Baca juga informasi menarik lainnya terkait Berita atau artikel lainnya dari Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Kembali ke Atas