nike-jordanshoes.com

Informasi terupdate untuk berita permainan game online terpercaya

Komponen

Waspada Komponen PC Rusak, Ini 6 Tanda-Tanda Harus Diperhatikan! Slot

Waspada komponen PC rusak – Komputer atau PC adalah perangkat yang tidak bisa absen dari kehidupan modern. Baik pekerjaan maupun hiburan seperti game semuanya serba mengandalkan komputer PC.

Apalagi di era digital dan terkoneksi via internet seperti sekarang, segalanya membutuhkan kinerja pemrosesan komputer. Ambil saja contoh ATM dan kasir di minimarket, semuanya menggunakan komputer untuk bisa berfungsi.

Namun, pernahkah kalian merasa kalau komputer milik kalian terasa janggal? Seperti salah satu komponen sudah mendekati masa ajalnya. Misalnya belakangan ini PC kalian mulai terasa lemot, sering blue screen, atau bahkan mati sendiri. Bisa saja itu adalah pertanda kalau komputer PC kalian menunjukkan tanda-tanda mau rusak.

Karena banyaknya komponen dalam PC, tentu bingung menentukan bagian mana yang menunjukkan tanda-tanda rusak. Maka dari itu, perlu kita kenali terlebih dahulu apa gejala PC yang sudah mendekati ajalnya.

Berita baiknya, karena PC adalah sistem yang modular, bisa dipastikan yang rusak hanyalah salah satu komponen saja dan tidak perlu mengganti semuanya sekaligus. 

Ciri-ciri Komponen PC Rusak, Tangani Sebelum Terjadi Hal Tidak Diinginkan!

Komponen PC Rusak
Apa tanda komponen PC rusak?

Berikut adalah beberapa pertanda salah satu komponen akan rusak dalam waktu dekat:

1. Bunyi Ledakan Kecil Ketika Menyalakan PC dan Mengeluarkan Bau Terbakar

Image 7 1
Tanda PSU rusak

Kalau kalian sudah mengalami hal seperti ini, bisa jadi disebabkan oleh PSU terbakar. Apalagi kalau bau terbakarnya datang dari arah PSU, maka sudah bisa dipastikan PSU kalian sudah dijemput malaikat maut.

Jangan mencoba untuk menghidupkan kembali PC dengan kondisi seperti ini dan pastikan untuk bawa ke ruangan terbuka atau langsung saja bawa ke teknisi yang lebih berpengalaman. Kalau dirasa memang sudah ajalnya, pastikan PSU yang kalian beri berikutnya punya kualitas bagus dan masa garansi yang panjang.

2. PC Tidak Mau Booting dan Layar Mati

Fortnite 4077483 1920 3
Pc tidak nyala

Sulit untuk menentukan komponen rusak dari diagnosis seperti ini. Namun, pengalaman penulis selama ini, biasanya kondisi tersebut disebabkan oleh RAM yang faulty atau rusak. Kalau kalian menggunakan dua keping RAM, coba kalian lakukan boot hanya dengan satu keping saja.

Bila salah satunya menyebabkan PC mau boot dan nyala, maka sudah saatnya kalian klaim garansi RAM dari tempat kalian membelinya.

3. Layar Berubah Warna Pink

Bbevmjngrqr11
Layar pink

Biasanya ini disebabkan oleh kabel koneksi ke monitor yang alami kerusakan atau bisa saja driver yang rusak. Namun, jika kalian sudah melakukan DDU untuk instal ulang driver dan masih sama saja, besar kemungkinan kabel display yang alami kerusakan.

4. Layar Glitch

Bff6879a4c7b4dafd32cb04fda91f2fe0ba532f9
Artifact

Kalau tanda-tanda komponen PC rusak yang satu ini mungkin agak menyeramkan. Pasalnya kalau layar kalian alami glitch ini bisa jadi pertanda kalau GPU kalian sedang alami artifact. Fenomena bernama artifact ini bisa jadi sebagai isyarat kalau VGA kalian tidak lama lagi umurnya.

Biasanya ini terjadi karena keseringan overclock atau kartu grafis kalian sering alami kepanasan dalam jangka waktu lama. Kalau masih dalam masa garansi, sebaiknya dicoba untuk klaim karena sudah bisa dipastikan nyawanya di ujung tanduk.

5. PC Tidak Mau Boot ke Windows

komponen pc rusak
Boot malah ke BIOS

Bila kalian menyalakan PC dan alih-alih masuk ke OS malah pindah ke BIOS, besar kemungkinan boot drive kalian tidak terdeteksi. Penyebabnya ada banyak, mulai dari konektor yang longgar atau bahkan drive tersebut faulty alias rusak.

Coba kalian cabut drive tersebut lalu pasang kembali untuk memastikan bukan karena longgar. Kalau kalian punya enclosure drive ke USB, coba koneksikan drive tersebut ke perangkat PC lain. Jika memang tidak terdeteksi, berarti drive tersebut benar sudah koit.

6. Settingan BIOS Balik ke Pengaturan Awal Setiap Boot

Image 7 2
Batre CMOS habis daya

Untuk tanda yang satu ini mungkin tidak semenakutkan sebelumnya. Karena biasanya ini disebabkan oleh baterai CMOS di motherboard PC yang sudah habis daya. Cara mengakalinya pun gampang karena tinggal di ganti ke baterai baru saja seharusnya masalah sudah kelar.

Jadi itulah kira-kira beberapa pertanda komponen PC rusak yang sering dialami oleh pengguna. Apakah kalian pernah mengalami hal serupa? Apa solusi yang kalian ambil ketika itu? Coba beri pendapat kalian soal ini ya brott.


Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Rekomendasi Komponen untuk Rakit PC 10 Jutaan, Gamer Pasti Suka! Slot

Memiliki budget terbatas (dalam kasus ini 10 Juta), rasanya sudah lebih dari cukup bila kebutuhanmu hanya untuk sekedar memainkan games. Meski beberapa setting-an kemungkinan masih harus disesuaikan, setidaknya dahaga memainkan games terkini bisa dipenuhi dengan baik. Rakit PC 10 Juta yang zaman now banget, rasanya bukan masalah!

Tentunya kamu bakal butuh beberapa referensi yang relevan. Mengingat merakit sebuah komputer yang spesifik penuhi kebutuhan gaming, menuntut spesifikasinya tersendiri. Oleh karenanya, kita tak boleh asal memilih komponen karena ditakutkan akan buatmu menyesal di kemudian hari.

Pada kesempatan ini, kami akan mencoba sajikanmu beberapa rekomendasi komponen yang relevan dengan tuntutan gaming zaman now. Perlu kami ingatkan kembali bahwasanya komponen yang disebutkan pada artikel ini bisa saja berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu demi relevansi.

Disclaimer:

Rekomendasi komponen untuk racik PC 10 Juta ini akan kami perbaharui secara berkala bila dibutuhkan demi relevansi harga saat itu. Tidak hanya itu, kami akan berusaha untuk senantiasa sesuaikan dengan ketersediaan komponen yang tersedia.

Komponen yang Dibutuhkan untuk Rakit PC 10 Juta

Beberapa komponen yang sekiranya vital ketika merakit sebuah komputer adalah prosesor, motherboard, memory, power supply, storage, monitor, aksesoris, dan case. Sebuah racikan bisa saja tak butuhkan kehadiran graphic processing unit karena beberapa prosesor tawarkan kekuatan lebih dari cukup, buatnya bukanlah sebuah halangan.

Namun, dibutuhkan setidaknya beberapa referensi komponen yang tepat supaya ekspektasimu dapat terpenuhi. Karena semua komponen yang digunakan akan berhubungan satu sama lainnya demi berikanmu pengalaman komputasi yang mencukupi.

Terlebih pada fokus kita kali ini, di mana kita harus berhasil membangun sebuah PC 10 Juta yang sesuai dengan peruntukannya. Entah untuk sekedar nge-game maupun content creation, kami akan berusaha untuk maksimalkan potensi komponen yang tersedia.

Dengan alokasi budget yang tersedia, sebenarnya sudah lebih dari cukup, bahkan meski kita harus membeli sebuah monitor untuk lengkapi build-nya. Baiklah, daripada pembahasan ini terkesan dilama-lamakan, di bawah ini merupakan beberapa rekomendasi komponen untuk rakit PC 10 Juta, versi Gamebrott.

1. Prosesor

Kemampuan dari sebuah prosesor merupakan faktor esensial yang tak boleh diremehkan sama sekali, terlebih bila kamu tengah merakit sebuah komputer. Beruntung buatmu saat ini yang memang berencana untuk merakit komputer impian, karena kini hampir tidak ada prosesor yang memble, kecuali jajaran low-end.

Ditambah kemunculan prosesor Intel Generasi Ke-12 Alder Lake, dan AMD versi ‘refresh’ yang akan hadir dalam waktu dekat ramaikan suasana. Banyaknya pilihan yang ada tentu mampu berikanmu beberapa referensi, termasuk benchmark untuk lihat kekuatan komputasi dari prosesor yang kamu incar.

Untuk sebuah komputer dengan kategori gaming (bahkan di tahun 2023), pastikan bahwa setidaknya prosesor yang kamu incar tawarkan 4 cores dan 8 threads. Meski peran dari ekstra ‘threads’ ini lebih diperuntukkan untuk multitask, namun tak ada salahnya untuk berjaga-jaga bila kamu butuhkan kemampuan tambahan nanti.

Namun, untuk lengkapi referensi yang kamu butuhkan, kami akan berikanmu dua opsi yang bisa kamu ambil saat ini.

A. Kubu Biru Intel – Hybrid Core yang Membantu Para Gamer

Intel Alder Lake 12100f

Di penghujung tahun 2023 ini, Intel Gen-10 akhirnya dilengserkan prosesor Intel Gen-12. Perlu dicatat bahwa untuk muluskan pengalaman bermain maupun aktivitas lainnya, kamu tak boleh terlalu pelit alokasikan dana untuk prosesor mumpuni. Harganya pun kini lebih terjangkau di IDR 1.300.000 untuk Intel Core i3-12100F.

Setidaknya, sekelas Intel i3-10xxx sudah lebih dari cukup bila yang kamu butuhkan hanya sekedar memainkan games maupun streaming permainan favorit. Meski sudah cukup ‘berumur’ karena merupakan Generasi Ke-10, namun tidak ada salahnya untuk milikinya karena harga relatif murah.

Sebelumnya, penulis memang gunakan Intel i3-10105F yang ditandem dengan GPU low-end sekelas GTX 1650 4GB DDR6 hanya untuk sekadar main games casual. Kalau prosesor sekelas i3 Generasi Ke-10 terdengar kurang relevan untuk gaming zaman now, artinya kamu memang harus menimbang Intel Generasi Ke-12, terlebih di tahun 2023.

Berdasarkan pengamatan penulis pribadi terhadap beberapa komunitas PC, kubu biru Intel kerap dikatakan lebih optimal untuk kebutuhan gaming-mu. Meski generasi sebelumnya ‘memble’ dan kalah secara performa dari AMD, namun tampaknya kali ini si biru sudah berbenah diri dengan segudang kelebihannya.

B. Kubu Merah AMD – Platform Murah Meriah Andalan Para Gamer

Prosesor Ryzen 5 3400g

Beberapa tahun silam, prosesor besutan kubu merah AMD kerap disebut solusi murah di kala orang ingin merakit PC gaming murah. Bagaimana tidak, prosesor dengan suffix atau akhiran “G” tawarkan integrated graphics unit (iGPU) yang mampu bersaing dengan discrete graphics unit (dGPU) konvensional berikanmu lebih banyak kebebasan.

Tawarkan prosesor murah meriah, rasanya kubu merah AMD berhasil gaet segelintir orang yang hanya butuhkan kemampuan dari iGPU itu sendiri. Melihat potensi yang ditawarkan kubu merah AMD, ada dua opsi di mana kamu bisa memilih mana yang sesuai dengan preferensimu.

Bahkan di tahun 2023, prosesor AMD Ryzen 5 5600G masih tetap menjadi primadona bagi para gamer dikarenakan kemampuan komputasinya yang di atas rata-rata kompetitor dengan harga serupa. Selain itu, jumlah core dan thread-nya pun terbilang banyak, 6C/12T dengan harga hanya di IDR 1.700.000.

Jadi, jangan heran bila banyak gamer yang sarankan merakit PC 10 Juta dengan bermnodalkan prosesor AMD Ryzen sebagai salah satu prosesor yang memiliki cost-effective yang baik.

I. Bermain Game dengan iGPU – Cocok Buat Budget Gamers!

Di saat semua serba mahal, rasanya tidak heran bila kubu merah AMD dicintai beberapa orang karena mampu penuhi kebutuhan gaming minimalis mereka. Sekedar memainkan permainan dengan genre esports dan competitive, rasanya adalah hal yang mudah dieksekusi oleh prosesor dengan akhiran “G” di keluarga AMD.

Dibekali iGPU dengan microarchitecture Vega, merupakan jawaban yang ideal untuk merakit PC 10 Juta di saat semua masih serba mahal. Perlu digarisbawahi bahwa saat ini prosesor dengan integrated saat ini harganya sedang merangkak naik berkat “kelangkaan” yang terjadi.

Namun jangan salah, karena meski berbekal iGPU, namun prosesor AMD Ryzen “G” bahkan mampu jalankan games sekelas Genshin Impact dan Apex Legends. Penulis miliki prosesor AMD Ryzen 5 3400G dengan Vega 11 yang termasuk cukup mumpuni jalankannya pada resolusi 1080P rata kiri.

Selain mampu penuhi kebutuhan gaming-mu, prosesor AMD Ryzen “G” ini juga bisa eksekusi video editing ringan, bahkan streaming meski 720P. Bila dikombinasikan dengan teknologi upscale, bukannya tidak mungkin untuk menjalankan berbagai macam games kekinian pada resolusi yang disesuaikan.

Sayangnya kamu harus ketahui bahwa idealnya prosesor berakhiran “G” ini dipergunakan tanpa manfaatkan dGPU supaya berbanding lurus dengan value ditawarkan.

Di saat ini, opsi budget yang bisa kamu ambil antara lain adalah Athlon 3000G atau Ryzen 5 5600G. Penulis kurang menyarankan prosesor kubu merah seri 4000G karena banderolnya benar-benar beda tipis ketimbang seri 5000.

Ditambah fakta di lapangan bahwa mendapatkan prosesor seri 4x50G masih saja harus secara bundel, jadikannya makin tak relevan dengan peruntukan. Bila memang ingin menekan kucuran dana, rasanya build ini ideal untuk sebuah PC 10 Juta.

II. Bermain Game dengan Prosesor Tanpa iGPU – Alternatif Buatmu yang Punya Budget Lebih!

Di luar sana, ada banyak sekali prosesor yang tawarkan grafis terintergrasi dan tanpa grafis terintegrasi. Walau fungsi keduanya sama – untuk memudahkan komputasi, keduanya memiliki perbedaan yang lumayan berdampak pada isi dompet para gamer.

Di antara contohnya adalah prosesor Intel dengan akhiran ‘F’ dan prosesor AMD tanpa akhiran ‘G’ yang mana keduanya memiliki kemiripan, yaitu tidak dibekalinya prosesor tersebut dengan grafis terintegrasi.

Dalih mengapa kedua kubu tidak menanamkan grafis terintegrasi ke dalam prosesor tersebut adalah tawaran peningkatan performa, total PCI lane, dukungan PCI yang lebih baik (PCIe 4.0 atau PCIe 5.0), sampai potensi overclock yang tentunya lebih niche – karena tidak semua gamer maupun kreator membutuhkan fitur tersebut.

Namun, kalau kalian memang merupakan profesional yang memang menuntut performa lebih, tidak ada salahnya kok melirik prosesor tanpa grafis terintegrasi ini. Namun, pastikan dompet kalian aman yah, brott!

2. Motherboard

Ketika merakit sebuah komputer, hal kedua yang tak boleh dilewatkan ialah motherboard yang berfungsi untuk naungi prosesor yang kamu miliki. Sebenarnya, bila kebutuhanmu benar-benar hanya sekedar bermain games layaknya muda-mudi zaman now, overkill rasanya bila sarankanmu motherboard dengan kelas high-end.

Tidak usah memusingkan masalah VRM dan tetek-bengek lainnya selama kamu merasa yakin dengan reputasi brand tersebut. Namun harus ditekankan bahwa kamu harus miliki beberapa referensi supaya tak salah langkah dan menyesal di kemudian hari.

A. Motherboard Intel – Opsi Murah Meriah dengan Konektivitas yang Terpangkas

Motherboard Non Premium

Satu hal yang wajib kamu ingat, platform Intel tak butuhkan motherboardmid-high’ karena tak terlalu ribet bersoalan dengan kecepatan memory. Kecuali kamu memang gunakan prosesor high-end, sudah barang tentu kamu butuhkan motherboard kelas high-end pula supaya kinerjanya optimal.

Untuk motherboard Intel sendiri, terlihat banyak manufaktur memangkas konektivitas demi turunkan harga, terutama untuk ukuran Mini-ITX sebuah brand. Tidak hanya motherboard berukuran ringkas tersebut, namun motherboard Mini-DTX yang kerap diluncurkan sebuah brand bahkan sampai hilangkan penyimpanan kekinian NVMe.

Kita berbicara tentang sebuah PC 10 Juta, tidak relevan rasanya bila kami rekomendasikan motherboard ‘mahal’ untuk komputer budget. Oleh karenanya, kami rekomendasikan minimal untuk gunakan motherboard H410 untuk platform LGA1200, dan H610 untuk platform terbaru LGA1700.

Meski berada pada rentang harga 1 Jutaan Rupiah, namun tentu peruntukannya sudah sesuai dengan alokasi dana yang kita miliki, bukan. Bukanlah sebuah masalah untuk memilih motherboard yang murah untuk sebuah PC 10 Juta.

B. Motherboard AMD – Wajib Chipset ‘B’!

Amd Ryzen 5600 5700

Namun chipset miliki peranan sangat penting, terlebih untuk platform AMD karena akan berimbas pada fungsi hardware secara keseluruhan. Meski ambang kecepatan tetap dibatasi oleh limitasi dari prosesor kubu merah, jadikan platform AMD lebih fleksibel. Namun tetap saja, performa prosesor akan lebih optimal bila gunakan chipset yang sesuai.

Berdasarkan pengalaman penulis, rasanya hampir tidak ada fitur yang dipangkas untuk menekan harga kecuali chipset yang ditanamkan. Peran dari chipset ini sendiri sebenarnya gak penting-penting amat kecuali kamu ingin keluarkan potensi terbaik dari prosesor milikmu.

Tidak ada yang salah dengan manfaatkan motherboard low-end semacam A320M maupun A520M bila kebutuhanmu hanya sekedar gaming dan content creation. Meski keduanya sama-sama merupakan chipset entry-level, namun sudah lebih dari cukup untuk penuhi harapanmu. Umumnya, motherboard AMD tersebut dibanderol di bawah 1 Jutaan Rupiah.

Taksiran yang ditawarkan pun terbilang lebih murah karena peran chipset di sini lebih ke penambahan performa meski tidak selalu masif. Salah satunya ialah dukungan kecepatan memory yang biasanya mentok di 3200MHz pada motherboard low-end, yang tentunya bukan permasalahan berarti.

Meski untuk racikan PC 10 Juta, bukanlah hal masalah terlebih untuk kubu merah AMD.

3. Memory

Sekarang beralih ke pembahasan yang lebih enteng namun sedikit tricky adalah memory alias RAM. Untuk zaman now, standar besaran memory yang dibutuhkan untuk PC 10 Juta adalah 32 GB, tidak kurang tidak lebih. Penekanan ini diperlukan karena RAM 16 GB sudah mulai kurang relevan dengan zaman now. Maksain 8 GB? Mending nabung lagi.

Selain besaran memory, hal yang tak boleh dilewati ketika merakit komputer ialah dukungan kecepatan. Secara umum, penulis rekomendasikan sekurang-kurangnya RAM dengan speed 2666MHz sampai dengan 3600MHz dengan konfigurasi memory dual-channel, misalkan 2x8GB atau 2x16GB.

Penulis tegaskan bahwa kecepatan maksimal dari memory hanya bisa dilakukan ketika motherboard dan prosesor sudah mendukungnya. Meski tidak mustahil, namun rasanya kurang worth gunakan RAM dengan speed 3600MHz pada prosesor Intel i3-10105F misalkan. Ini dikarenakan limitasi dari prosesor tersebut yang hanya mendukung sampai dengan 2666MHz.

Faktor lain ialah CAS Latency (CL) yang lebih berguna bila kamu gunakan prosesor dengan iGPU prosesor sekelas Ryzen. Tentu, tak menutup kemungkinan dorongan performa meski gunakan platform kubu biru Intel. Untuk build PC 10 Juta, rasanya kita tak perlu galau memilih memory yang sesuai dengan kantong.

Sebagai tambahan, beberapa motherboard tidak mendukung memory tertentu karena dinilai tak penuhi standar atau Qualified Vendor List (QVL) motherboard tersebut. Penulis sempat alami kendala di mana motherboard B450i Gaming Plus tak mendukung memory dari brand tertentu, namun work dengan brand memory lainnya.

Oleh karenanya, penulis rekomendasikan kalian semua untuk mempertimbangkan DDR5 – terutama untuk kalian yang baru pertama kali merakit PC. Walau sebenarnya DDR4 tidak ada masalah dan malah lebih murah, kembali pertimbangkan DDR5 karena teknologinya lebih baru dan tidak lupa harganya kini jauh lebih bersahabat.

4. GPU

Akhirnya kita sampai pada pembahasan yang kontroversial karena graphic processing unit ini adalah hambatan ketika berencana meracik PC 10 Juta. Untuk lengkapi kemampuan olah grafis komputer dengan baik, maka dibutuhkan dGPU atau kartu grafis yang mumpuni.

Sebelumnya, kami sempat merekomendasikan VGA sekelas GTX 1650 4GB DDR6 di kisaran 2 Jutaan

Kembali ke Atas