nike-jordanshoes.com

Informasi terupdate untuk berita permainan game online terpercaya

Dev

Dev The Day Before Dikabarkan Sedang Garap Proyek Game Baru Slot

Judul “The Day Before” masih menjadi perbincangan hangat. Mulai dari peluncuran game-nya yang penuh bug dan glitch, jumlah pemain yang menurun drastis, hingga refund massal yang dilakukan oleh para gamer.

Kemarin (22/01), server The Day Before resmi ditutup. Akan tetapi, belum 24 jam sejak resminya server ditutup, dev The Day Before dikabarkan sedang garap proyek game baru lagi.

Game Baru dari Dev The Day Before Sedang Direncanakan, Bakal Jadi Mobile Game?

dev the day before dikabarkan garap game baru
Gamenya tutup server, developer dikabarkan lagi rencanain game baru

Sebagaimana yang dilaporkan oleh CD-Action melalui GamesRadar, founder dari Fntastic (developer The Day Before) yakni Eduard dan Aisen Gotovstev, dikabarkan sedang dalam tahap perencanaan proyek game baru.

Mantan karyawan dari studio tersebut ungkapkan bahwa boss-boss ini tengah mencari seorang yang sudah ‘veteran’ untuk mulai menggarap sebuah game mobile baru.

Menurut sumber, jenis mobile game yang sedang direncanakan itu masih dirahasiakan akibat kontroversi dari game sebelumnya. CD-Action menyatakan bahwa Gotovstev mengirimkan penawaran kepada seluruh karyawa seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa. Tawaran itu juga dikirimkan kepada karyawan yang dipecat atau meninggalkan perusahaan dengan hubungan yang buruk.

Server The Day Before Resmi Ditutup

dev the day before dikabarkan garap game baru
Lahir dengan banyak kontroverse sehingga dia harus tutup

Setelah mendapat banyak kontroversi, akhirnya ia resmi tutup server. Kabar ini sudah mengudara sejak satu bulan lalu, dan baru benar-benar dieksekusi tutup pada tanggal 22 Januari kemarin.

Banyaknya kontroversi selama beberapa tahun membuat kalangan gamer mempertanyakan keberaadan game ini. Bahkan sebelum diluncurkan, cukup banyak tuduhan bahwa game ini memplagiat game populer lain dan adanya kemungkinan developer menggunakan sukarelawan alih-alih karyawan berbayar.


Baca juga informasi menarik terkait Berita Game atau artikel lainnya dari Sofie Diana. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Dev Square Enix Minta Gamer Berhenti Bandingkan Foamstars dengan Splatoon Slot

Foamstars adalah salah satu game besutan dev Square Enix yang bakal diluncurkan dalam waktu dekat. Berbasis online-party shooter, game ini membawa tema colorful di mana tim akan beradu senjata terbaik dalam arena penuh busa warna-warni.

Mengusung tema cukup menarik, tak jarang beberapa gamer membanding-bandingkan game ini dengan Splatoon yang bertema sama. Karena hal tersebut, developer Final Fantasy tersebut akhirnya angkat suara. Seperti apa? Ini dia!

Dev Square Enix Ingin Gamer Stop Bandingkan Foamstars dengan Splatoon

Dev Square Enix Foamstars Splatoon
Kedua game ini dikabarkan mengusung tema dan mekanisme berbeda

Melansir dari wawancara bersama VGC, produser Kosuke Okatani sempat ditanya apakah ia bosan Foamstars dibanding-bandingkan dengan Splatoon. Ia menjawab “pertama-tama, ya,” dilanjutkan dengan banyak perbandingan di internet dan mendukung orang-orang yang benar-benar memainkannya dapat melihat perbedaan signifikan di game ini.

Setelahnya, Okatani juga menjelaskan bahwa mekanisme yang disuguhkan dari kedua game tersebut punya keunikan masing-masing, dan ia ingin suatu saat nanti kedua game seperti ini menjadi genre tersendiri di video game.

Tambahan lainnya, Okatani berharap pemain dapat melihat lebih banyak hal selain kemiripannya dengan game shooter Nintendo yang telah populer tersebut. Karena Foamstars sendiri hadirkan beragam karakter dengan mekanisme serta arena yang unik nantinya.

Detail Informasi Lainnya

Dev Square Enix Foamstars Splatoon
Game akan diluncurkan bulan depan

Bagi yang belum tahu, game akan dirilis pada tanggal 6 Februari 2024 di platform PS4 dan PS5. Belum ada detail informasi apakah game ini akan masuk ke platform next-gen lainnya, namun game ini telah direncanakan muncul di PS Plus tepat sehari setelah dirilis (Day One).

Terlepas dari benar atau tidaknya, Foamstars tampak menjanjikan gaya bermain seru bagi pemainnya dengan mekanisme unik yang mungkin dapat masuk ke kompetitif nantinya. Apakah kamu tertarik dengan game shooter satu ini, Brott? Berikan komentarmu ya!


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Berita Game atau artikel lainnya dari Nadia Haudina. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Sambut Perayaan 4 Tahun Arknights Global, Dev. Lepas PV Animasi Baru Slot

Bisa dikatakan menjadi suatu pencapaian yang luar biasa tentunya bagi suatu game mobile ber-gacha yang mampu mempertahankan eksistensinya selama bertahun-tahun. Salah satunya sebut saja Arknights garapan Hypergryph yang mana server Global-nya akan memasuki umurnya yang keempat tahun dalam waktu dekat.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, sang developer akan melangsungkan livestream untuk perayaan tahunannya tersebut, biasanya berisikan informasi konten dan event besar berikutnya, dan tentu saja bagi-bagi bansos untuk para pemainnya.

Bersamaan dengan ini sang developer juga lepas sebuah PV animasi baru. Menarik-nya, mereka menyajikannya dalam beberapa style animasi yang berbeda. Kamu bisa cek langsung di bawah ini.

Sebagai informasi, Arknights region China yang sudah merayakan perayaan empat tahunnya lebih dulu di bulan Mei tahun lalu menjadikan event Lone Trail sebagai sajian konten utamanya. Untuk versi global sendiri kemungkinan besar konten yang akan jadi sajian utama adalah event So Long Adele, dikarenakan event Lone Trail sudah diberlangsungkan lebih awal di bulan November tahun lalu.

So Long Adele merupakan Carnival Event ketiga yang mana menghadirkan dua operator alter, yakni Eyjafjalla the Hvít Aska dan Swire The Elegant Wit. Eyjafjalla alter akan menjadi operator limited yang hanya akan tersedia di banner Cloudtop Lucid Dreams.

Arknights 4th Anniversary Global So Long Adele
Arknights 3rd Carnival Event — So Long Adele

Arknights 4th Anniversary Livestream rencananya akan diberlangsungkan pada 13 Januari pukul 21:30 WIB lewat channel YouTube Arknights Official – Yostar.


Baca juga informasi menarik lainnya terkait Arknights atau artikel keren lainnya dari Andy Julianto. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Dev. Jepang Kembangkan Teknologi Soft-Body Simulation, Bisa “Boing-boing” Slot

Chaos Flesh Unreal Engine 5 – Perkembangan teknologi dalam beberapa tahun terakhir berjalan sangat pesat. Teknologi-teknologi yang kita kira tidak mungkin dibuat, kini telah ada. Bakal seperti apa perkembangan teknologi kedepannya, itu menjadi hal paling dinantikan oleh semua orang.

‘Boing-boing’ Lebih Realistis, Developer Jepang Kembangkan Teknologi Soft-Body Simulation

Soft-Body Simulation
Teknologi apaan tuh?!

Dan kini, developer dari Jepang diketahui sedang mengembangkan sebuah teknologi simulasi badan utuk karakter model 3D. Seorang 3D Artist and Generalist dari Jepang bernama Hirokazu Yokohara memperlihatkan sebuah video demonstrasi dari eksperimennya menggunakan Chaos Flesh yang ada di Unreal Engine 5.

Buat kalian yang tidak tahu, sistem Chaos Flesh di Unreal Engine 5 menghadirkan sebuah fitur simulasi real time dengan kualitas tinggi terhadap kelunakan pada tubuh yang lembut dengan sebuah software.

Fitur tersebut juga mendukung simulasi statis dan juga Skeletal Meshes menawarkan cakupan luas terhadap kreator membuat kontrol yang bagus pada hasil akhirnya.

Chaos Flesh Unreal Engine 5
HMMMMMM

Dalam eksperimen terbarunya, Hirokazu menunjukkan bagaimana sistem Chaos Flesh dapat membuat simulasi tubuh yang lembut. Eksperimen tersebut menjadi yang pertama bagi seorang artist dalam membuat hal ini.

Sang kreator mengatakan kalau eksperimen tersebut masih sedang dikembangkan dengan tujuan bisa digunakan pada simulasi otot di model karakter kedepannya. Kalian bisa lihat video simulasinya di bawah ini.

Sudah Lama Kembangkan Teknologi Sejenis

Chaos Flesh Unreal Engine 5
Teknologi Chaos Flesh yang bisa orang coba gunakan di Unreal Engine 5

Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata Hirokazu Yokohara sudah lama berfokus dalam mengembangkan teknologi terhadap simulasi tubuh pada model karakter 3D maupun objek di Unreal Engine ini.

Pada tahun 2022 yang lalu, dia menunjukkan bagaimana simulasi pada baju dalam Blender dengan data motion capture. Selain itu dia juga mengembangkan banyak proyek teknologi lainnya yang berfokus pada ujicoba terhada soft body simulations ini.

Berikut ini beberapa proyek simulasi yang sedang dikembangkan oleh Hirokazu Yokohara.

Itulah informasi mengenai developer Jepang kembangkan teknologi Soft-Body Simulation dengan sistem Chaos Flesh Unreal Engine 5. Kira-kira teknologi seperti ini akan diimplementasikan ke karakter waifu gak, ya?


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Unreal Engine atau artikel lainnya dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Model Karakter Eve di Stellar Blade Disebut Tidak Realistis, Dev Kasih Bukti Slot

Eve Stellar Blade – Game action adventure buatan developer SHIFT UP berjudul Stellar Blade sudah lama dinantikan oleh para gamer. Game tersebut menghadirkan konsep yang menarik, pertarungan yang keren, dan juga karakter utama bernama Eve di Stellar Blade yang terlihat cantik dan juga punya body seksi.

Namun tidak sedikit orang merasa model karakter Eve di game tersebut tidak realistis dengan bentuk tubuh dari seorang wanita di dunia nyata. Menanggapi hal tersebut, developer pun langsung memberikan bukti nyata. Seperti apa buktinya? Yuk, kita cari tahu bersama!

Model Karakter Eve di Stellar Blade Dibilang Tidak Realistis

Eve di Stellar Blade
Loh, kenapa dibilang tidak realistis?

Semua ini bermula ketika seseorang memberikan kritik terhadap bagaimana model karakter di video game dalam segi realistis. Ada banyak beberapa contoh yang dia anggap tidak realistis, dan salah satunya adalah karakter Eve dari Stellar Balde.

Dia menganggap model karakter seperti itu tidak realistis dan sering sekali posisi pengambilan gambar yang berfokus mengarah ke bagian tubuh dari karakternya. Selain itu dia juga menjelaskan bagaimana model karakter di beberapa game seperti Forspoken sebagai contoh model karakter realistis yang bagus menurutnya.

Pernyataan tersebut memunculkan pro dan kontra dari berbagai pihak, terlebih dari para gamer.

Tanggapan Langsung dari Developer SHIFT UP

Eve Stellar Blade
Tanggapan dari developer mengenai karakter Eve disebut tidak realistis

Menanggapi hal ini, developer SHIFT UP baru saja memberikan sebuah video di akun sosial media Twitter X resmi mereka. Pada video tersebut, developer menunjukkan progress pembuatan model karakter dari Eve di Stellar Blade yang dibuat menggunakan model manusia asli.

Diketahui model karakter Eve di dalam game Stellar Blade menggunakan model asal Korea bernama Shin Jae-eun. Terlihat sang model melakukan proses pengambilan 3D scan untuk karakter Eve. Kalian bisa lihat video-nya di bawah ini.

Tentu saja video bukti tersebut mendapatkan berbagai macam respon dari gamer yang menantikan game Stellar Blade. Ada salah satu dari mereka sudah tidak sabar ingin memainkan game yang disebut-sebut terinspirasi dari game Nier: Automata buatan Yoko Taro.

Bahkan ada juga dari mereka yang menanyakan apakah game ini memiliki fitur jiggle physic pada karakternya. Berikut ini beberapa reaksi unik dari gamer setelah melihat video bukti kalau model karakter Eve menggunakan model dari Korea.

Ini harus selalu menjadi standar keindahan yang realistis. Siapa saja yang terlalu mempermasalahkan keindahan wanita dipastikan menunjukan sifat insecure-nya.
Tidak ada satupun orang bisa klaim standar tubuh yang tidak realistis.
Apakah game ini akan memiliki elemen penting jiggle physics? Itulah topik yang penting.
Eve Stellar Blade
Awas salah fokus

Itulah informasi mengenai model karakter Eve di Stellar Blade dianggap tidak realistis dan developer SHIFT UP langsung memberikan bukti proses pembuatannya menggunakan model asli dari Korea. Bagaimana menurut kalian dengan hal ini?


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Stellar Blade atau artikel lainnya dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Dev. Cyberpunk 2077: Tidak Ada Tempat untuk Akhir Bahagia Slot

Segala hal yang memiliki awal tentu akan memiliki akhir, dan tentunya banyak dari kita mengharapkan sesuatu tersebut akan memiliki akhir yang baik. Well, hal yang sama agaknya tidak bisa dikatakan pada sajian cerita dalam game Cyberpunk 2077 garapan CD Projekt Red.

Pada bagian ini seterusnya mungkin akan mengandung spoiler terkait segala hal yang berhubungan dengan Cyberpunk 2077. Disarankan untuk tidak melanjutkan membaca bila belum pernah memainkan gamenya.

Bila kamu sudah pernah beberapa kali menyelesaikan gamenya dan mengincar ending yang berbeda, mungkin menyadari bahwa tidak benar-benar ada akhir yang bahagia bagi V sang protagonis. Salah satu ending-nya yang kerap dianggap komunitasnya sebagai outcome terbaik pun bisa dikatakan tetap tragis.

Judy Alvarez Cyberpunk 2077
Judy Alvarez (via Cyberpunk 2077)

Magda Zych selaku penulis senior di CD Projekt Red belakangan berikan komentar (via Gaming Bolt) tentang suramnya dunia game yang berangkat dari Cyberpunk 2020 karya Mike Pondsmith tersebut. Ia menyadari bahwa tidak sedikit orang mungkin kecewa karena tidak adanya “akhir bahagia”, bahkan pada ekspansi terbaru dan terakhirnya; The Phantom Liberty.

Kami selalu berusaha agar game kami dapat memberikan ilusi realita yang terbaik, dan seperti yang kita tahu, tidak semua cerita nyata selalu memiliki akhir yang bahagia.

Bagi saya, walau suatu cerita berakhir suram bukan berarti hal tersebut tidak menarik untuk dialami (tidak secara langsung). Saya rasa justru sebaliknya — hal tersebut lebih terasa relevan karena benar adanya.

Magda Zych

Tidak hanya dalam video gamenya saja, proyek adaptasi animenya — Cyberpunk: Edgerunners yang bekerja sama dengan Studio Trigger-pun bisa dikatakan miliki akhir yang jauh dari kata bahagia.

Secara tidak langsung hal ini juga menandakan agar fans bersiap-siap untuk kembali merasakan kesedihan mendalam dan luka batin saat menyelesaikan game-game atau adaptasi medium lain dari semesta Cyberpunk lainnya di waktu mendatang.


Baca juga informasi menarik lainnya terkait Cyberpunk 2077 atau artikel keren lainnya dari Andy Julianto. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

The Witcher 4 Kerahkan Hampir Setengah Dev. CD Projekt Red Slot

Ekspansi The Phantom Liberty menjadi konten besar terakhir yang sekaligus bawakan perombakan besar-besaran akan Cyberpunk 2077. Respon yang didapatkan CD Projekt Red selaku developer sendiri tergolong positif karena tidak meninggalkan gamenya begitu saja semenjak kekacauan perilisannya di tahun 2020 lalu.

Mungkin kini fans bertanya-tanya apa selanjutnya dari sang developer asal Polandia tersebut. Menjawab pertanyaan tersebut, baru-baru ini melalui laporan finansial terbaru CD Projekt Red, diketahui bahwa hampir setengah kekuatan developer—sekitar 330 orang telah dikerahkan untuk mengerjakan proyek Polaris aka The Witcher 4. Dan pada tahun 2024 mendatang jumlah tersebut diekspektaikan akan naik menjadi lebih dari 400 orang.

The Witcher 4 Project Polaris Project Sirius
The Witcher (via CD Projekt Red)

Perlu diketahui tentunya bahwa Polaris sendiri bukan satu-satunya proyek yang berhubungan dengan semesta besutan Andrzej Sapkowski tersebut. Di tahun 2022 sang developer mengungkapnya setidaknya ada tiga judul berkaitan dengan The Witcher, dua proyek lainnya memiliki kode pengembangan Sirius dan Canis Majoris.

Proyek Sirius sendiri dikembangkan oleh developer The Molasses Flood, yang mana baru diakusisi oleh CD Projekt Red di tahun 2021 lalu. Kemudian Canis Majoris ditangani langsung oleh third-party studio yang mana juga berisikan oleh mantan-mantan developer The Witcher.

Sebagai informasi tambahan, proyek Polaris sendiri tidak lagi menggunakan REDengine yang menjadi pondasi game-game CD Projekt Red sebelumnya. Untuk game-game baru yang telah mereka umumkan sendiri rencananya akan menggunakan Unreal Engine 5.

Kekacauan manajemen internal dan lembur berlebihan di CD Projekt Red bisa dibilang menjadi salah satu penyebab utama kegagalan Cyberpunk 2077 saat rilis. Sang developer kini telah berjanji (kesekian kalinya) dan sudah mulai berbenah demi menghindari hal yang sama untuk proyek-proyek baru ke depannya.

Belum ada tanggal rilis yang pasti untuk proyek Polaris atau The Witcher 4. Namun di tahun 2022 kemarin sang developer mengekspektasikan bahwa gamenya paling cepat akan hadir dalam tiga tahun, yang berarti jatuh di tahun 2025.


Baca juga informasi menarik lainnya terkait The Witcher atau artikel keren lainnya dari Andy Julianto. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Mantan Dev. GTA Ungkap Alasan Hadir-nya Easter Egg Bulan Legendaris Slot

Tidak bisa dipungkiri bahwa GTA—Grand Theft Auto III, Vice City dan Andreas menjadi tiga game yang begitu populer di era PlayStation 2. Walau game-game tersebut dirilis di tahun 200an, kenangannya tentu masih terbawa oleh mereka-mereka yang kini mungkin sudah menjalani kehidupan berumah tangga.

Salah satunya yang mungkin cukup memorable dari ketika game besutan Rockstar Games tersebut adalah kehadiran sebuah easter egg yang berhubungan dengan objek bulan dalam gamenya. Ya, jika pemain menembak bulan dengan senjata sniper, maka ukuran bulan tersebut akan terus berubah.

Gta Iii Moon
GTA III (via Rockstar Games)

Obbe Vermeij selaku mantan developer di Rockstar belakangan mengungkap alasan hadirnya easter egg menembak bulan tersebut dalam game. Lewat tulisan di blog yang ia buat (kini sudah dihapus namun berhasil diselamatkan oleh netizen), perbedaan pendapat di antara tim ternyata artist menjadi pemicu utamanya.

Ketika Vermeij menerima tekstur bulan dari tim artist saat mengembangkan GTA III, ia langsung meletakkannya di angkasa dengan ukuran yang ia rasa sesuai. Beberapa hari kemudian empat orang dari tim artist mendatanginya dan meminta Vermeij untuk mengubah ukuran bulan tersebut. Namun saat ditanya ingin lebih besar atau lebih kecil, para artist justru berdebat; ada yang ingin lebih besar agak lebih “sinematik” dan ada yang ingin lebih kecil agar lebih “realistik”.

Perdebatan tak kunjung berhenti, Vermeij menyarankan agar ukuran bulan tersebut dapat berubah dalam game. Dan karena saat itu ia sedang mengerjakan senjata sniper, Vermeij memutuskan untuk menembakkannya ke bulan sebagai cara untuk menggantikan ukurannya. Dan benar saja, tim artist tidak lagi mendatanginya untuk penyesuaian lanjutan.

Buat kamu yang asing dengan easter egg tersebut, berikut salah satu penampakannya (via channel YouTube Gaming Fun)

Saya sendiri cukup ingat ketika menemukan easter egg ini ketika memainkan GTA: Vice City di rental, yang mana saat itu juga membuat teman-teman satu rental terkejut dan langsung mencobanya sendiri saat memainkan gamenya.

Nah, bagaimana menurutmu brott tentang easter egg yang sudah berumur setidaknya 20 tahun lebih ini? Yuk, langsung aja share pendapatmu di kolom komentar ya!


Baca juga informasi menarik lainnya terkait GTA atau artikel keren lainnya dari Andy Julianto. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Mantan Dev. Valve Sebut Left 4 Dead 2 Dibuat Karena Game Pertama Dinilai “Rusak” Slot

Left 4 Dead bisa dikatakan menjadi salah satu game ber-genre zombie co-op yang begitu populer. Game garpaan developer Valve tersebut hingga saat ini masih begitu diminati dan aktif dimainkan komunitasnya meski developer tak lagi secara resmi memberikan update konten.

Banyak game terinspirasi dan bahkan mencoba mereplika pengalaman yang ditawarkan oleh Left 4 Dead, tetapi banyak di antaranya gagal untuk mencapai resepsi dan relevansi seperti yang game keluaran tahun 2009 ini dapatkan.

Mantan Dev Valve Sebut Left 4 Dead 2 Dibuat Karena Game Pertama Dinilai “Rusak”

Image 56 7
Mantan Dev Valve Sebut Left 4 Dead 2 Dibuat Karena Game Pertama Dinilai “Rusak”

Nyaris 15 tahun sejak perilisan game pertama, Chet Faliszek selaku penulis utama dari game ini belakangan bagikan beberapa hal yang terjadi di balik layar produksi game tersebut. Salah satu yang paling menarik perhatian ialah alasan di balik pembuatan sekuel yang secara sekilas tak terlihat berbeda sama sekali dari game pertama mau itu dari segi visual maupun juga skala produksi game.

Menurut Chet, game kedua langsung dikerjakan oleh Valve karena game pertama dinilai begitu “rusak”. Banyak masalah teknis yang sering terjadi mulai dari game memuat dua atau tiga level sekaligus di background, model pemain yang hilang begitu saja, dan berbagai masalah teknis lain.

Banyaknya komplikasi pada segi teknis membuat semua developer di Valve dan juga Turtle Rock Studios enggan menyentuh game tersebut usai rilis. Implementasi mod support bahkan dinilai mustahil saat itu.

Oleh karena alasan tersebut, Valve langsung memperbarui Source Engine sekaligus membangun Left 4 Dead 2 dan proyek-proyek game lainnya secara bersamaan. Perbaruan engine ini mengatasi banyak masalah yang terjadi di game pertama meskipun banyak di antaranya tidak begitu disadari oleh pemain.

Saking lebih baiknya sekuel ini, konten dari game pertama pada akhirnya dibawa ke game kedua, memberikan kecil alasan untuk developer dan juga gamer menyentuh kembali game pertama.

Masih Terus Aktif Dimainkan Hingga Saat Ini

Image 2023 11 26 161852974
Left 4 Dead

Left 4 Dead 2 dirilis pada tahun 2009, satu tahun setelah game pertama dan juga telah berusia nyaris 14 tahun sekarang ini. Meskipun sudah satu dekade lebih dan juga tidak lagi mendapat update baru dari Valve, game ini masih terus aktif dimainkan komunitas Steam.

Dikutip dari data Steam Charts, Left 4 Dead 2 masih dimainkan oleh lebih dari 20 ribu pemain setiap harinya dan sering mencapai angka 70 ribu ke atas. Bermodalkan konten dari modder yang terus bertambah setiap harinya, game ini terus berjaya di deretan game co-op terbaru yang rilis selama beberapa tahun terakhir.

Bahkan Back 4 Blood, game yang dicap sebagai suksesor dari L4D dan digarap oleh studio yang sama gagal untuk mencapai kesuksesan game ini. Absennya dukungan mod menjadi salah satu alasan besar cepatnya lenyap relevansi game tersebut.


Baca pula informasi Gamebrott lainnya tentang Game Terbaik beserta dengan kabar-kabar menarik lainnya seputar dunia video game dari saya, Muhammad Maulana. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Kembali ke Atas