nike-jordanshoes.com

Informasi terupdate untuk berita permainan game online terpercaya

atau

[OPINI] Fitur Aim Assist Adalah Hal yang Buruk atau Tidak? Slot

Aim Assist Video Game – Bermain video game dapat dilakukan untuk menghibur diri dan juga memacu adrenalin. Salah satunya yang sangat seru adalah game FPS. Banyak gamer menikmati game tersebut di berbagai platform mulai dari PC, konsol, dan bahkan mobile.

Namun sayangnya, genre ini tidak begitu seimbang jika pemain antar platform tersebut bertemu. PC memang dianggap sebagai platform terbaik untuk memainkan game FPS karena akurasi Mouse dan Keyboard yang lebih baik daripada platform lainnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, developer mengembangkan fitur yang cukup menjadi perdebatan gamer yaitu Aim Assist. fitur ini bertujuan untuk memudahkan para pemain menembak dengan lebih akurat.

Memang fitur tersebut sangat membantu para pemain konsol serta mobile untuk bermain game FPS. Namun terkadang fitur ini dianggap hal yang buruk juga. Jadi, apakah fitur Aim Assist merupakan hal yang buruk atau tidak?

Disclaimer: Artikel ini merupakan opini penulis mengenai fitur Aim Assist tanpa ada maksud dan tujuan untuk menyinggung maupun menyerang pihak-pihak yang ada dalam artikel opini ini.

Fitur Aim Assist Adalah Hal yang Buruk atau Tidak?

Aim Assist
Perdebatan Aim Assist Yang Tak Berhenti

Sebelum membahas apakah fitur ini adalah hal yang buruk atau tidak, mari kita bahas terlebih dahulu apa itu Aim Assist dalam game FPS.

Apa itu Aim Assist?

Fitur Aim Assist
Apa Itu Aim Assist?

Aim Assist adalah sebuah fitur yang dikembangkan oleh developer game untuk membantu pemain melakukan Aim atau memidik target. Fitur ini dikembangkan karena untuk platform tertentu, kegiatan tersebut sedikit sulit.

Contohnya adalah kontroler. Pemain akan lebih sulit mengarahkan Crosshair dalam game ketika menggunakan kontroler dibanding menggunakan Mouse dan Keyboard. Untuk membuat para pemain tetap nyaman menggunakan kontroler ataupun touchscreen, maka fitur ini hadir agar memidik target menjadi lebih mudah.

Aim Assist Merupakan Hal yang Baik?

Aim Assist Sangat Membantu Pemain Casual
Aim Assist Sangat Membantu Pemain Casual

Jadi, jika fitur Aim Assist ditujukan untuk membantu dan memudahkan pemain, apakah ini menjadi hal yang baik? tentu saja. Dengan kehadiran fitur ini, pemain jadi lebih gampang memainkan game mereka.

Ini juga membuat para pemain yang berhasil mengalahkan lawan ketika menggunakan kontroler atau touchscreen di mobile menjadi semakin bersemakat dan memacu adrenalin mereka.

Meningkatkan Jumlah Pemain dan Menguntungkan Developer

Meningkatkan Jumlah Pemain Yang Betah Bermain
Meningkatkan Jumlah Pemain Yang Betah Bermain

Fitur Aim Assist merupakan fitur yang mampu membantu pertumbuhan jumlah pemain. Jika pemain mendapatkan apa yang mereka inginkan dalam game FPS yaitu mengalahkan lawannya, maka mereka akan tetap memainkan game tersebut.

Pasar game Konsol dan mobile merupakan pasar industri game yang sangat besar. Dan dengan membuat fitur bawaan seperti Aim Assist juga semakin membuat para pemain tetap berada dalam game tersebut sehingga meningkatkan kemungkinan mereka akan mengeluarkan uang untuk membeli sesuatu dalam game.

Tapi, Fitur yang Baik Juga Bisa Menjadi Hal Buruk

Tidak Selamanya Hal Yang Baik
Tidak Selamanya Hal Yang Baik

Meskipun fitur ini merupakan hal yang baik, namun di sisi lain bisa juga menjadi hal yang sangat buruk. Hal ini menjadi buruk terutama untuk permainan yang memiliki fitur Crossplay ataupun para pemain PC yang ingin menggunakan Kontroler.

Selain itu, fitur ini terkadang terlalu berlebihan sehingga membuat beberapa pemain justru memilih kontroler dibandingkan menggunakan Mouse dan Keyboard kerena tidak perlu capek melakukan aim.

Aim Assist Terasa Seperti Cheat

Terkadang Dikira Aimbot
Terkadang Dikira Aimbot

Fitur Aim Assist yang berlebihan justru membuat permainan terasa seperti menggunakan Cheat. Beberapa game FPS memilih permasalahan ini dimana bahkan pemain profesionalnya lebih memilih menggunakan Kontroler seperti game Warzone, Apex Legends, dan The Finals.

Para pemain profesional juga menganggap Aim Assist ini terlihat tidak jauh berbeda dengan Cheat Aim bot karena aim akan sangat lengket dan tidak perlu upaya extra untuk menahan recoil senjata karena fitur akan melengketkan aimnya terhadap target.

Ini juga yang menjadi perdebatan di kalangan gamer. Pengguna Mouse dan Keyboard mulai ditinggalkan para pemain yang mengganggap lebih mudah menggunakan Kontroler dan hanya menyisakan pemain Mouse dan Keyboard yang jago saja. Dan ini juga tidak adil secara kompetitif dimana pemain tidak memaksimalkan skillnya dan dibantu oleh fitur.

Kesimpulan

Aim Assist Perlu Disesuaikan Lagi
Aim Assist Perlu Disesuaikan Lagi

Meskipun fitur ini memiliki dampak positif terhadap sebuah game, namun Aim Assit juga memiliki dampak negatifnya juga. Positif yang dihadirkan oleh fitur ini berada dalam ranah pemain casual yang lebih santai dan ingin bersenang-senang.

Sementara itu, dampak buruknya terasa kepada para pemain yang memainkan game secara serius atau para pemain dalam skena kompetitif. Fitur yang sangat berlebihan dapat mengganggu kancah profesional game dimana para pemain saat ini banyak yang memilih kontroler ketika main dalam pertandingan profesional.

Apakah penggunaan fitur ini merupakan kecurangan? Tentu tidak, karena game lah yang menyediakannya. Perlu adanya penyesuaian lagi agar Aim Assist tidak terlihat seperti menggunakan Cheat dan bahkan membuat pemain terlalu dimanjakan dan malas melakukan Aim secara manual.

Jadi, Developer perlu menurunkan akurasi dari fitur ini agar membuat sebuah game masih tetap menantang dan tidak terlalu lemah dibanding para pemain Mouse dan Keyboard yang bisa bermain dengan akurat jika memiliki Aim yang bagus. Dengan begitu, mungkin semua pihak akan menjadi senang, mungkin.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Opini atau artikel lainnya dari Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Apakah Tombol Skip Story dalam Game Penting atau Tidak? Slot

Skip Story dalam Game – Dialog dan cutscene dalam video game sudah kerap gamer temukan. Perkembangan video game selalu diimbangi dengan teknologi yang mampu membuatnya menyusupkan berbagai elemen sinematik demi terlihat lebih keren bagi gamer.

Semulanya, video game ditargetkan sebagai sekadar hiburan interaktif, kemudian bertransformasi menjadi medium bercerita, lengkap dengan lore, dialog, dan juga world building kompleks. Beberapa developer pun sangat bangga dengan hasil karya mereka dan menjangkau lebih banyak gamer.

Imbasnya, banyak dari developer tidak memberikan opsi untuk melewati dialog dan cutscene. Sekarang semua gamer bila memainkan game penuh lore terkadang kudu menonton atau membaca apa yang developer sajikan, karena tidak adanya opsi dimaksud.

Terlepas dari bagus atau tidaknya cerita di game tersebut. Banyak gamer menyarankan kalau skip story game tidak seharusnya opsional namun adalah sesuatu yang absolut harus ada. Benarkah harus seperti itu?

Benarkah Tombol Skip dalam Game Diperlukan?

skip story dalam game
Memangnya perlu tombol skip?

Mari kita kembali ke era video game baru muncul alias tahun 70an. Dimasa itu, jangankan ada cerita, teknologinya memang tidak memungkinkan untuk memasukkan teks dalam jumlah banyak. Karena itu, tombol skip atau sejenisnya tidak pernah ada maupun terpikirkan oleh developer.

Ditambah, dulu bermain game hanya bisa dilakukan di arcade. Hingga developer pun tidak ingin menciptakan game penuh dengan dialog panjang dan lebih mengutamakan bagian aksi dari game itu sendiri. Bila dibandingkan ke zaman now, yang mana siapapun bisa memainkan game dan dimana pun. Lahirnya teknologi smartphone mumpuni untuk mengangkat game AAA menjadikan cara kita bermain game pun sedikit banyak berubah.

Skip Story dalam Video Game, Tergantung Judul atau Universal?

Skip Cutscenes Option In Honkai Star Rail
Game apa yang paling perlu tombol skip?

Lantas banyak yang berkilah, kalau game bagus tidak masalah memiliki tombol skip karena gamer juga akan tertarik membacanya. Ini berarti kalau cerita bukan menjadi titik kuat game tersebut, tidak ada masalah menghadirkan tombol skip.

Pendapat itu setengahnya benar. Hanya saja demografi gamer sekarang sudah bergeser dan menjadi semakin mainstream, seperti yang sudah dibahas tadi, siapa saja bisa memainkan game.

Dulu video game identik dengan geek dan orang-orang cupu. Seseorang tidak akan terlihat keren jika mempunyai konsol dan duduk berdiam di rumah bermain game, sedangkan teman-teman mereka yang lebih gaul nongkrong di spot populer atau di mall. 

Sekarang artis Hollywood saja sudah memainkan video game. Demografi yang semakin luas ini berarti beberapa orang sambil bekerja juga nyambil memainkan video game. Kalau mereka mencuri-curi waktu ketika senggang untuk bermain game, maka bisa dipastikan jenis gamer ini yang paling vokal meminta tombol skip cerita.

Jadi kalau pertanyaannya apakah semua game perlu ada skip story? Penulis pikir selama ia punya dialog panjang atau banyak cutscene, tombol skip selalu dperlukan terlepas dari bagus atau tidaknya cerita di dalamnya.

Siapa yang Butuh Tombol Skip Story dalam Game?

Skip Story dalam Game
Siapa yang butuh tombol skip?

Karena video game sudah bisa diakses lewat genggaman tangan, orang sesibuk apapun pasti masih punya waktu 5-10 menit untuk bermain game. Gamer jenis ini biasanya sudah capek dari kerjaannya sehari-hari dan hanya inginkan game dengan banyak aksi dan minim dialog.

Mereka tidak memerlukan dunia dengan worldbuilding kompleks, dialog deep, dan plot dramatis. Semuanya itu bisa mereka nikmati nanti ketika ada waktu senggang. Baik lewat rekapan player lain di YouTube atau replay. Yang jelas mereka butuh tombol skip untuk langsung menuju aksi saja, minus bacot.

Fitur seperti ini juga diperlukan bagi mereka yang suka melakukan speedrun menamatkan game dalam waktu singkat. Fitur skip sangat diperlukan agar mereka tidak terbuang banyak waktu saat dialog yang tidak diperlukan dalam melakukan speedrun. Jadi tidak heran jika setiap Speedrunner selalu nge-skip, tidak hanya progress namun juga dialog serta custscene dalam game.

Apa yang Bisa Developer Lakukan untuk Fitur Skip Story Video Game?

Skip Story dalam Game
Perlu masukkan tombol skip atau tidak?

Berita baiknya, belakangan ini developer sudah mulai paham kalau tombol skip ini sama pentingnya dengan gameplay, grafis, dan sound yang mereka pikirkan matang-matang itu. Tidak semua gamer memainkan game dan menyukai semua aspek dalam game tersebut.

Diberikannya pilihan seperti inilah yang membuat sebuah game bisa mendapatkan skor tinggi di mata gamer. Developer jangan takut cerita yang bagi mereka masterpiece itu tidak dinikmati gamer karena ada tombol skip. Gamer kalau memang terlanjur suka juga akan mencari tahu sendiri dan merasa menyesal sudah melewati cerita sebagus itu.

Tetaplah berikan pilihan bagi gamer untuk bisa skip cerita sesuai kemauan mereka. Bila cerita yang disajikan bagus, gamer akan datang dengan sendirinya. Trik yang sederhana namun efektif.

Kesimpulan

Maxresdefault 4
Konklusinya: tombol skip adalah wajib!

Sebagai gamer yang juga punya pekerjaan kantoran, penulis sangat setuju kalau ada tombol skip dalam game. Dengan begitu gamer akan bisa terus menikmati game favorit mereka tanpa merasa terbebani karena harus mengikuti cerita yang kadang membosankan selama 2-3 jam.

Padahal waktu tersebut bisa digunakan untuk farming, atau mainkan mode multiplayer (kalau ada), dan juga memainkan game lain. Banyaknya jumlah game sekarang juga berarti ada kemungkinan seorang gamer tidak hanya memainkan 1 game saja dalam satu waktu.

Itu kalau pendapat penulis, kalau kalian bagaimana brott? Apakah setuju skip story perlu diimplementasikan dalam video game? Coba beri pendapat kalian.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Opini atau artikel lainnya dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

[OPINI] Main Game AAA di Mobile, Masih Mitos atau Sudah Jadi Kenyataan? Slot

Main Game AAA Mobile – Tahun 2023 adalah tahun dimana gaming di smartphone akan berubah sepenuhnya. Sebuah pencapaian yang sebelumnya belum pernah bisa terealisasi pun kini telah bisa ditembus dengan hadirnya sebuah smartphone dari raksasa di Cupertino.

Tidak lain dan tidak bukan yang dimaksud adalah smartphone besutan Apple yakni iPhone 15 Pro series. Gawai yang tidak terlihat berbeda dari tahun sebelumnya ini membawakan sebuah pesan yang sangat kuat. Pesan bahwa dengan ini era main game AAA di mobile telah dimulai. Namun, benarkah seperti itu adanya?

Main Game AAA di Mobile, Mitos atau Fakta?

Game AAA di Mobile
Main RE Village di iPhone 15 Pro

Mulai dari presentasi Apple di keynote September lalu hingga setelah dicoba oleh pengguna, semuanya mengatakan satu hal yang sama. Mesin itu benar adanya adalah alat gaming yang mampu memainkan game AAA.

Ditambah dengan hadirnya USB-C di iPhone tahun ini, smartphone Apple tersebut saat ini sudah mendukung output ke layar monitor yang lebih besar. Menjadikan bermain game di gawai ini lebih sempurna lagi dari sebelumnya.

Apple lewat komitmen mereka ingin sekali lagi menjadikan brand mereka sebagai entitas yang ramah bagi gamer. Image mereka ini telah lama hilang karena dulunya mereka ingin beralih dari brand yang ramah gamer ke brand yang ramah eksekutif dan mewah. Menyadari bahwa sekarang gaming adalah bagian dari kehidupan yang tak terpisahkan, Apple akan kembali mencoba dobrak ke ranah gaming.

Langkah pertama yang mereka lakukan adalah mengenalkan MetalFX, sebuah teknologi yang diklaim bisa membuat pengalaman gaming di perangkat Apple jadi lebih nyaman. Langkah kedua adalah menggaet publisher untuk mengemas game mereka dan rilis di platform buatan Apple.

Beberapa publisher sudah melompat masuk ke ekosistem ini. Mulai dari Capcom dengan kedua game Resident Evil Village dan Resident Evil 4 Remake. Lalu, akan ada Ubisoft dengan Assassin’s Creed Mirage tidak lama lagi, dan The Division Resurgence juga sedang dalam masa beta.

Tidak ketinggalan pula ada game dari kreator game legendaris Hideo Kojima, Death Stranding juga dikabarkan akan rilis di iPhone Pro tahun ini.

Penyebaran Game AAA Mobile Masih Berat Sebelah

game aaa di mobile
Game besutan Ubisoft yang akan rilis di iPhone 15 Pro

Bagian dalam dinding ekosistem Apple sepertinya terlihat nyaman dan dimanjakan dengan berbagai pilihan game AAA. Meski berjumlah sedikit, ini sudah menjadi pertanda baik dan kedepannya kita berharap apa lagi game baru yang hadir di mobile lewat Apple. Tapi itu kalau soal dibalik dinding Apple. Bagaimana dengan keadaan di luar dinding, alias rival mereka Android?

Fleksibilitas Android teruji memang banyak digemari pengguna. Namun, hal tersebut juga yang menjadi penghambat perkembangan mereka dari segi komputasi dan kompatibilitas software. Android tidak punya manajemen dan struktur yang cocok untuk menjalankan game AAA karena banyaknya pilihan hardware di pasaran. 

Ditambah Google juga tidak menyediakan integrasi yang baik untuk bisa membuat game kelas AAA terasa optimal. Yang mana bisa mereka lakukan, tapi penulis rasa butuh effort yang lebih besar ketimbang Apple dalam mewujudkan hal sama. Kondisi ini juga yang menjadikan gaming di Android sangat memprihatinkan.

Sedikitnya dukungan pihak pertama dan tidak ketatnya regulasi dalam Play Store menimbulkan kesan kalau gaming di Android tidak sebagus di iPhone atau iPad.

Banyak Kendala Menghambat Developer AAA untuk Serius Garap Game di Mobile

game aaa di mobile
In-screen button yang memenuhi layar

Itu baru satu persamaan dari berbagai permasalahan yang harus dihadapi platform mobile dalam menyajikan game. Seperti yang sudah bisa kalian tebak, game AAA identik dengan rumitnya kontrol karena biasanya berdasarkan port dari konsol atau game PC (untuk saat ini).

Hingga developer pun sebenarnya sulit untuk menyesuaikan game mereka di mobile yang biasanya jumlah tombolnya tidak bisa banyak kalau tidak mau memenuhi tiga perempat layar.

Solusi lainnya adalah dengan integrasi gamepad seperti yang sudah dilakukan Capcom saat ini. Hanya saja cara tersebut pun juga bukan tanpa demerit-nya sendiri. Pengguna harus invest lagi ke controller atau grip Bluetooth. Itupun kalau didukung oleh developer dan tidak pilih kasih. Contohnya, Genshin Impact yang mendukung controller di iPhone dan iPad namun tidak berlaku di perangkat Android.

Itu belum soal daya tahan baterai yang relatif minim ketika digunakan untuk bermain game. Berbeda dengan handheld console ataupun handheld PC yang tujuannya memang untuk bermain game, smartphone yang sebenarnya fungsi utama sebagai alat komunikasi disulap menjadi mesin gaming tentu butuh engineering tambahan agar panas tidak mengganggu performa.

Yang terakhir tentu adalah harga. Satu-satu mesin gaming di mobile yang bisa jadi patokan saat ini hanyalah iPhone 15 Pro series. Yang mana kita sama-sama tahu harganya tidaklah terjangkau bagi kebanyakan orang.

Ditambah dengan dengan range harga seperti itu, kita sudah punya pilihan yang lebih mumpuni seperti Steam Deck, Lenovo Legion Go, atau Asus ROG Ally.

Kesimpulan: Perlahan dan Butuh Waktu Panjang

game aaa di mobile
Jadi, apakah AAA mobile gaming tetap berfungsi?

Jadi, kalau ditanya apakah main game AAA di mobile masih mitos atau sudah jadi nyata? Ya bisa dikatakan kita sedang dalam masa peralihan. Masih terlalu awal untuk menyimpulkan apakah Apple akan terus komitmen merilis game AAA di mobile atau malah berhenti di tengah jalan seperti Google dengan Stadia-nya.

Kalau kalian apakah merasa bersemangat dengan hadirnya cara main game AAA di mobile? Atau malah lebih suka dengan hadirnya handheld PC powerful? Kalian di tim mana brott?


Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Menjajal Game Lethal Company — Penuhi Kuota atau Mati! Slot

Belakangan ini sedang viral di kalangan gamer sebuah Game Horror Co-Op yang cukup unik. Game tersebut adalah Lethal Company. Game tersebut menjadi viral karena konten-konten lucu dan mengagetkan yang beredar di Internet.

Kami mencoba game tersebut pada Livestream Gamebrott beberapa waktu lalu. Dan pada artikel kali ini, kami akan menjelaskan pengalaman pertama kami ketika memainkan Game Lethal Company.

Menjajal Game Lethal Company

Menjajal Lethal Company
Menjajal Lethal Company

Lethal Company merupakan game Horror Co-Op yang dibuat oleh Zeekerss yang merupakan seorang developer game yang juga membuat beberapa mode permainan di platform game Roblox.

Pemain disini bermain bersama maksimal 3 orang lainnya untuk memenuhi kuota yang diberikan oleh Company. Pemain dapat memilih map dan menggunakan uang yang dihasilkan untuk membeli peralatan yang dapat membantu permainan.

Terlihat Mudah, Namun Tak Semudah Itu

Simple Dan Sulit
Simple Dan Sulit

Sekilas, memang Lethal Company terlihat sangat simpel. Pemain ditugaskan untuk memulung barang-barang bekas pada lokasi yang telah ditinggal atau terbengkalai, kemudian barang tersebut dijual kembali ke Company agar pemain mendapatkan uang.

Namun ternyata Lethal Company tidak semudah itu. Banyak teror mengerikan dan jalur yang berbahaya agar pemain dapat mengumpulkan barang dan memenuhi kuota yang diberikan Company.

Ini juga yang membuat permainan menjadi sangat seru. Pemain harus benar-benar bisa melewati berbagai tantangan seperti jebakan dan juga monster mengerikan dan menyeramkan yang siap menyerang dari manapun.

Kami beberapa kali mati secara mengenaskan mulai dari tembakan Turret, Monster yang mengejar, dan bahkan sengatan lebah listrik. Namun hal ini juga yang membuatnya menjadi sangat menantang.

Jangan Lupa Capai Kuota!

Target Kuota Harian Mu, Teman
Target Kuota Harian Mu, Teman

Lethal Company memiliki misi dimana pemain harus memenuhi kuota. Dan tentunya hal ini merupakan misi yang sangat wajib diselesaikan pemain. Company hanya memberikan waktu 3 hari untuk pemain mencapai kuota bagaimanapun caranya.

Pada awalnya, kuota yang diberikan tidak begitu tinggi. Namun seiring berjalannya permainan, kuota yang diberikan akan semakin tinggi dan pemain harus mampu mencapai kuota tersebut.

Tentunya, ada cara menarik untuk mengatasi tantangan ini. Terkadang ketika pemain berpetualang di lokasi terbengkalai, pemain mampu menemukan barang yang banyak dan memiliki harga mahal. Namun juga terkadang sebaliknya.

Jadi, barang yang didapat ketika sedang Hoki ini alangkah baiknya disimpan terlebih dahulu jika kuota minimum telah tercapai. Sehingga barang-barang ini dapat dijual untuk kuota selanjutnya jika pemain sedang sial dan mendapatkan area yang tidak begitu bagus.

Dunia yang Random, Replayability Tinggi!

Map Random Menggunakan Sistem Seed
Map Random Menggunakan Sistem Seed

Berbicara area random, Game Lethal Company memang memberikan area secara random setelah kita memilih jenis Lokasi yang akan kita tuju. Yang diacak dalam Lethal Company adalah susunan area yang dijelajahi serta barang apa yang bisa kita dapat.

Hal ini tentunya membuat tingkat replayablity dari game tersebut sangat tinggi. Dan kami suka hal ini karena akan ada sesuatu yang berbeda ketika bermain meskipun template areanya terlihat sama.

Fitur Proximity Chat dan Suara Lebih Realistis!

Komunikasi Realistis
Komunikasi Realistis

Fitur lainnya yang sangat menarik dari Lethal Company adalah Fitur Proximity Chat. Hal ini membuat para pemain dapat menggunakan voice chat yang sangat realistis dari game tergantung jarak dan lokasi suara.

Semakin jauh pemain satu sama lain, maka akan semakin kecil suara yang terdengar. Ini juga yang membuat item seperti Walkie-Talkie sangat berguna agar mampu berkomunikasi jarak jauh.

Suara pemain juga dapat berubah sesuai dengan lokasi. Jika pemain berada di lembah atau lorong maka suara pemain akan bergema. Suara pemain juga dapat memancing monster untuk datang menghampiri.

Seperti Blind Dog yang tidak dapat mendeteksi pemain melalui penglihatannya namun dapat langsung mengejar pemain jika mereka bersuara atau berlari. Hal ini juga yang menjadi pengalaman bermain lebih menyaramkan.

Kesimpulan, Seru Dimainkan Bersama Teman

Selama memainkan Lethal Company pada Livestream Gamebrott di YouTube beberapa waktu lalu, kami sangat menikmati game ini bahkan sampai lupa waktu karena serunya bermain bersama teman dan penonton.

Dengan gameplay yang sangat simpel namun tidak mudah, Lethal Company mampu menjadi hiburan yang sangat asik terutama momen-momen lucu ketika bermain game yang tentunya dapat menghibur para pemain dan juga penontonnya.

Tidak begitu banyak kekurangan dari game ini selain grafis yang cukup ketinggalan zaman. Namun grafis seperti ini justru membuat pengalaman bermain semakin seru karena banyak hal-hal lucu terjadi seperti gerakan lari karakter dan ragdoll yang cukup absurd.

Secara keseluruhan, kami sangat menikmati permainan. Kami merekomendasi Game Lethal Company jika kalian suka dengan game yang memiliki replayability serta yang seru dimainkan bersama teman-teman.


Baca juga informasi Gamebrott menarik lainnya terkait Lethal Company atau artikel lainnya dari Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

6 Game yang Semakin Sulit Kalau Kebanyakan Kalah atau Mati Slot

Game yang Semakin Sulit – Kalah dalam sebuah game itu adalah hal yang biasa. Semua game didesain untuk menantang pemain. Ketika game terlalu mudah untuk ditamatkan, pemain justru merasa kecewa dan tidak terhibur. Namun apa jadinya ketika kekalahan tersebut terlalu dibawa ekstrim?

Pada game-game berikut ini, kalah menjadi hal yang harus dijauhi sejauh-jauhnya karena akan membuatmu kewalahan tepat di momen selanjutnya, mau itu dengan memperkuat musuh atau juga memaksamu mengulang progres dengan tahapan ekstra.

Game yang Semakin Sulit ketika Kalah Atau Mati

Game yang Semakin Sulit
Game yang Semakin Sulit Kalau Mati Kebanyakan

Berikut ini 6 game yang semakin sulit dimainkan ketika kalian semakin sering kalah:

1. Jax 2

Jax 2
Jax 2

Sebagai sekuel, Jax 2 tingkatkan banyak hal dari game pertama mulai dari skala level lebih luas, aksi yang lebih banyak, dan segi naratif yang lebih serius. Game kedua ini membawa fokus senjata ketimbang sekedar platforming dan amunisi menjadi sumber daya penting selama perjalanan.

Permasalahan terbesar yang paling diingat dan dikritik bahkan oleh fans terberat seri ini ialah amunisi yang kamu miliki tidak reset ketika kamu mati. Maka jika kamu kehabisan peluru di sesi tertentu, kamu akan habis peluru sesudah ulang area. Dipadukan dengan checkpoint yang saling berjauhan, Jax 2 menjadi game yang terlalu punishing apabila kamu kebanyakan mati di sesi tertentu.

2. Sifu

Sifu
Sifu

Di Sifu, setiap kali kamu mati, kamu akan bertambah tua. Maka semakin banyak kamu kalah, karaktermu akan semakin mendekati ajal karena terlalu tua. Sisi baiknya ialah bertambah tua menjadi satu-satunya cara menambah skill point di game ini, maka kamu yang ingin jurus tertentu mau tak mau harus kalah secara sengaja.

Mekanik ini membuat Sifu menjadi game yang sangat menantang karena kalah miliki konsekuensi tersendiri dan mampu hilangkan semua progresmu. Di waktu yang sama sistem ini membuat Sifu begitu memuaskan untuk ditamatkan khususnya ketika berhasil berada di usia muda.

3. XCOM

XCOM
XCOM

XCOM adalah game strategi di mana kamu dapat membuat skuad tersendiri dan mereka akan semakin kuat dengan semakin banyak misi dilakukan. Hal ini membuat pemain merasa hubungan tersendiri pada prajurit mereka dan akan sangat disayangkan ketika skuad kesayangan tewas dalam misi tertentu.

Kematian tiap karakter sifatnya permanen, dan apabila kamu begitu bodoh dalam bermain game ini, kamu bisa saja kehabisan prajurit dan harus menunggu para pendatang baru muncul ke barrack-mu. Kamu tentu saja bisa save scumming alias membuat save file setiap saat dan load ulang ketika sesuatu yang tak diinginkan terjadi, tetapi kamu pengecut kalau bermain dengan cara begitu.

4. Shadow of Mordor dan Shadow of War

Shadow of Mordor
Shadow of Mordor

Shadow of Mordor dan sekuelnya menjadi game dengan sistem unik tersendiri yakni Nemesis yang secara singkat membuat tiap musuh di game memiliki interaksi tersendiri dengan karakter utama dan setiap kali mereka berhasil membunuhmu, pangkat dan kekuatan mereka akan naik.

Semakin sering kamu mati, secara tidak langsung kamu membuat prajurit musuh semakin sulit untuk dilawan. Kamu bisa saja membuat Uruk yang awalnya budak menjadi komandan perang hanya lewat mati berkali-kali.

5. State of Decay

State of Decay
State of Decay

Banyak game zombie rilis dalam satu dekade terakhir, tetapi sedikit yang mencoba berikan pengalaman survival kental di mana tiap keputusan sifatnya fatal dan memaksamu untuk benar-benar survive. State of Decay menjadi salah satu game yang berhasil eksekusi hal tersebut.

Pada game ini, setiap karakter, termasuk tokoh utama yang kamu temui di awal game dapat mati secara permanen. Kamu juga dapat merekrut orang baru untuk membantu membangun komunitas dan tempat berlindung.

Ketika kamu mati, tak hanya kamu kehilangan karakter itu tetapi juga supply yang mereka bawa berserta dapat berdampak pada moral karakter lainnya. Ketika moral terlalu rendah, seseorang di kemahmu bisa saja bunuh diri karena putus asa, dan menular ke karakter-karakter lainnya yang akan lakukan hal serupa sampai tak ada lagi yang tersisa.

6. Demon’s Souls

Demon's Souls
Demon’s Souls

Seri soulslike dari From Software memang dikenal game sulit lewat desain level yang mengecoh, musuh yang mampu membunuhmu dalam beberapa pukul, bos yang tangguh, dan sistem checkpoint yang memaksamu ulang semua sesi area dan ambil kembali souls yang kamu tinggalkan.

Namun khusus di Demon’s Souls, ada beberapa hal yang membuat game pertama Soulslike ini menjadi neraka untuk pendatang baru. Yang pertama ialah game ini miliki item healing yang sangat terbatas. Berbeda dengan seri Dark Souls di mana kamu miliki estus flask yang dapat diisi ulang tiap kali beristirahat, Demon’s Souls miliki grass, item sekali pakai yang harus kamu farming secara manual.

Kalau kamu mati terus-terusan, otomatis kamu kehabisan grass, yang berarti kamu harus ulangi proses farming yang sangat menjengkelkan khususnya saat area dekat boss fight. Tak hanya itu, game juga terus mengurangi max HP yang kamu miliki setiap kali mati.

Untuk bisa menyembuhkan debuff ini, kamu hanya bisa mengubah karakter menjadi manusia lewat dengan mengalahkan bos di stage atau juga konsumsi item khusus. Namun item tersebut dijual dengan terbatas jumlahnya dan tentu saja butuh banyak Souls.


Baca pula informasi Gamebrott lainnya tentang Game Terbaik beserta dengan kabar-kabar menarik lainnya seputar dunia video game dari saya, Muhammad Maulana. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Kembali ke Atas